foto

ANTARA/Reno Esnir

Indosat: Laporan Pencurian Pulsa Turun 400 Persen  

TEMPO.CO, Jakarta -  Geger tentang menyebarnya konten "jebakan" melalui telepon selular yang otomatis memotong pulsa pelanggan mulai santer dibincangkan.

Pengguna layanan operator selular mengeluhkan pulsa telepon mereka yang tiba-tiba berkurang atau tagihan telepon membengkak gara-gara konten "nakal" tersebut.

Menanggapi persoalan tersebut, Group Head of Product Development and Management Indosat, Sumantri Joko Yuwono mengatakan sejak Juni hingga September 2011, keluhan tetang pencurian pulsa berkurang dari bulan-bulan sebelumnya.

"Turun hingga 400 persen," ujarnya usai acara peluncuran Mobile Off Portal Advertising di kantor pusat Indosat, Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2011.

Menurut Sumantri, keluhan utama para pelanggan memang berkaitan dengan penyedia konten. "Mereka merasa tidak registrasi, tapi ternyata pulsanya terpotong. Ada juga yang kesulitan melakukan unreg," ujarnya.

Untuk menurunkan pencurian pulsa ini, kata Sumantri, Indosat memperketat kebijakan yang mengatur bahwa penyedia konten tidak boleh mengetahui nomor pelanggan. Perusahaan ini juga akan mempermudah pelanggan untuk melakukan unreg atau pembatalan berlangganan konten. "Yang jelas, bila ada penyedia konten yang nakal akan kita jewer," ujarnya.

Masalah pencurian pulsa sedang menjadi sorotan. Hari ini, sebanyak 418 pelanggan telepon seluler mengadukan pemotongan pulsa sepihak yang dibuat Lingkar Studi Mahasiswa.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan akan mengadukan content provider maupun operator yang terindikasi melakukan tindakan pidana pencurian pulsa.

Sementara itu Kepala Sub Direktorat Cybercrime Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hermawan mengatakan perusahaan content provider maupun operator yang terbukti mencuri pulsa pelanggan bisa dipidanakan.

RATNANING ASIH