Komputasi Awan.
Telkomsigma Tawarkan Layanan Komputasi Awan
TEMPO.CO, Jakarta - Kebutuhan dunia korporasi, termasuk di Indonesia, terhadap komputasi awan menarik Telkomsigma menyediakan layanan ini. Anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) ini meluncurkan layanan cloud computing Selasa, 4 Oktober 2011.
“TelkomCloud ini melengkapi portofolio bisnis kami yang berbasis informasi komunikasi dan teknologi,” kata Director Business Solution Telkomsigma, Otto Benihantoro.
Otto mengatakan TelkomCloud memberikan kemudahan dan kelebihan dalam layanan komputasi awan. Dengan konsep on demand services, TelkomCloud menawarkan layanan sesuai dengan keperluan klien. “Perusahaan dapat memilih layanan yang dibutuhkan dengan menentukan jangka waktu penggunaan sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Otto
Korporasi yang membutuhkan layanan data center, disaster recovery, backup, system development dan testing bisa menggunakan TelkomCloud sesuai kebutuhan. Dengan layanan public cloud, perusahaan membayar sesuai dengan apa yang digunakan. Klien tidak perlu lagi menanggung biaya perawatan mesin, listrik dan biaya penyelenggaraan data center.
Layanan TelkomCloud didukung perangkat pengelolaan data NetApp yangmembuat IT perusahaan lebih fleksibel dan efisien. “Kami memberikan pengelolaan data yang efisien, fleksibel dan secure,” kata Sales Director NetApp Indonesia, Roy Kaluku.
Roy mengatakan layanan Telkomcloud ini memberikan jaminan layanan data yang terpisah-pisah bagi setiap korporasi. Meskipun dalam satu lingkungan yang sama, namun setiap korporasi akan mempunyai raknya masing-masing, yang terpisah dan tidak tercampur satu dengan yang lain. “Tidak akan lompat dari data A, ke B ke C,” katanya.
Sebagai bagian dari Telkomsigma, layanan TelkomCloud ditawarkan terlebih dulu kepada korporasi pengguna jasa Telkomsigma. “TelkomCloud merupakan ekspansi layanan kami. “Mereka juga sudah percaya dengan rekam jejak kami,” kata Associate Director Cloud Computing Telkomsigma, Bimo Purbo.
Bimo mengatakan selama ini klien mereka banyak yang berasal dari perusahaan keuangan dan bank, baik lokal maupun asing. Setidaknya ada 200 korporasi yang sudah menjadi pengguna jasa Telkomsigma. “Kami akan melihat yang klien yang sudah ada dulu,” katanya.
Menurut Bimo memperkirakan layanan cloud computing tahun depan akan tumbuh hingga 400 persen meski sekarang belum banyak dikenal. “Sebenarnya potensinya lebih besar lagi,” katanya.
Otto mengatakan Telkomsigma akan mencoba memperkenalkan TelkomCloud ini ke asosiasi-asosiasi bisnis, seperti bank, multifinace dan manufaktur. “Secara bertahap kami juga akan memperkenalkan layanan cloud computing ini kepada usaha kecil menengah,” katanya.
IQBAL MUHTAROM





