TEMPO/Adri Irianto
Infografis
Politikus PKS Kembali Serang KPK
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah melempar wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin, hari ini Fahri Hamzah lagi-lagi melempar komentar panas. Hari ini politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan KPK sudah membusukkan sistem.
Menurut Fahri, bila KPK "menghabisi" sejumlah anggota DPR yang melakukan korupsi, itu sama dengan membusukkan sistem. "Bahaya sekali ini," ujarnya di Gedung MPR/DPR, Selasa 4 Oktober 2011.
Wakil Ketua Komisi Hukum itu menilai sejak berdiri sembilan tahun lalu KPK tidak menunjukkan hasil. Ia mengatakan KPK berhasil mengobok-obok berbagai lembaga negara, tapi korupsi masih juga marak. "Sembilan tahun mengacak-acak lembaga dan semua orang tapi korupsi tidak bisa dihentikan," ujar Fahri.
Dia pun membandingkan KPK dengan lembaga serupa di Hong Kong. Menurutnya, di Hong Kong kewenangan lembaga seperti KPK tidak sebesar di Indonesia, tapi berhasil menekan angka korupsi hanya dalam waktu tiga tahun. "Yang paling besar kewenangan KPK itu di Indonesia. Harusnya tiga tahun selesai seperti Hong Kong," ujar dia lagi.
Fahri mengatakan KPK sejauh ini hanya menjalankan fungsi penindakan, tapi melupakan fungsi supervisi dan koordinasi. "KPK harusnya membenahi sistem. Penindakan itu hanya satu dari kewenangan yang diberikan. Yang lain supervisi dan kordinasi dengan penegak hukum lainnya," tutur Fahri.
Di sisi lain Fahri menegaskan sejauh ini KPK hanya melakukan pencitraan dengan tidak melibatkan kepolisian dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi. "Jangan seolah-olah mencari popularitas. Seolah-olah lembaga lain tidak memberantas korupsi. Ini pemubaziran besar-besaran kalau hanya untuk membangun popularitas orang-orang di KPK," tutur Fahri.
FEBRIYAN





