TEMPO/Nita Dian
Topik
Ratusan Pelanggan Ponsel Adukan Perampokan Pulsa
TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 418 pelanggan telepon seluler mengadukan pemotongan pulsa sepihak oleh operator. Para pelanggan itu mengadu ke posko pengaduan yang dibuat Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) di atas mobil.
Koordinator aksi LISUMA, Trianto, mengatakan angka itu belum termasuk pengaduan lewat jejaring sosial dan telepon. Pengaduan ia himpun sejak aksi dimulai pada Senin, 3 Oktober 2011.
"Lewat telepon sudah 50 orang. Sementara lewat Facebook sudah didukung 5.000 orang," katanya di sela aksi bertajuk "Menggugat Operator Telekomunikasi Atas Pencurian Pulsa Rakyat!" di depan gedung Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Oktober 2011.
Menurut Trianto, pengaduan banyak terkait soal pesan pendek kuis atau promo dan nada sambung. Dalam catatannya, pengaduan paling banyak dilakukan pelanggan operator Telkomsel, yang jumlahnya mencapai 50 persen. "Selebihnya dari Indosat, XL, dan lainnya."
Pelanggan mengeluh karena pesan pendek promo dan kuis memotong pulsa mereka. Padahal pelanggan tak pernah mengikuti program itu. "Bahkan banyak dari mereka sampai datang ke gerai operator meminta agar SMS tersebut dihentikan," ujar Trianto.
Sayangnya pelanggan tidak mendapat jawaban memuaskan dari operator. Malahan, kata Trianto, pada beberapa kasus pesan pendek tetap masuk meski pelanggan sudah UNREG berkali-kali. "Ini perampokan pulsa," ujarnya.
Ia mengungkapkan aksi yang digelar di depan kantor Kemenkominfo berisi tiga tuntutan, antara lain meminta Menteri Tifatul Sembiring bersikap tegas. Lalu, pihaknya menggugat operator karena merugikan masyarakat dengan melakukan pencurian pulsa. Dan terakhir, meminta perangkat hukum menangkap operator pencuri pulsa dan mengganti kerugian.
Menurut Trianto, pencurian pulsa sudah melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Gerakan ini, kata dia, serentak dilakukan LISUMA di daerah lain Indonesia.
Sekelompok mahasiswa pukul 12.00 WIB siang ini sudah mulai beraksi di depan kantor XL Kuningan Jakarta Selatan. Aksi dilanjutkan berturut-turut ke kantor Telkomsel, Jalan Gatot Subroto, dan Indosat, Jalan Merdeka Barat. Aksi berakhir di depan kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Sebanyak dua bus Metro Mini mengangkut 50 mahasiswa melakukan aksi. Dalam aksinya mereka membuka posko pengaduan pencurian pulsa keliling di atas mobil Avanza hitam.
HERU TRIYONO





