foto

AP/Yves Logghe

Supremasi Dolar AS Tekan Rupiah ke Rp 9.100

TEMPO.CO, Jakarta - Melemahnya mata uang Uni Eropa euro memicu supremasi dolar terhadap mata uang dunia lainnya. Penundaan kucuran dana talangan kedua bagi Yunani serta euro berada di bawah level US$ 1,32 kembali memicu pelemahan rupiah.

Terapresiasinya dolar Amerika Serikat (AS) imbas kekhwatiran Yunani serta keluarnya investor asing dari bursa domestik membuat rupiah sempat menembus di atas 9.100.

Di transaksi pasar uang antarbank hari ini, Selasa, 4 Oktober 2011, nilai tukar rupiah ditutup melemah 101 poin (1,13 persen) ke level 9.004 per dolar AS.

Analis pasar uang Lindawati Susanto mengemukakan spekulasi Yunani akan mengalami gagal bayar utang membuat harga saham dan mata uang global melemah.

Di saat seperti ini Bank Indonesia tidak mematok posisi rupiah, tapi hanya menjaga agar fluktuasi mata uang lokal tidak terlalu tajam.

Yunani yang gagal mencapai defisit anggaran tahun 2011 yang ditargetkan oleh para kreditor sebesar 7,6 persen membuat para kreditornya menunda pencairan pinjaman. “Padahal minggu depan Yunani mempunyai utang yang jatuh tempo, sehingga kembali menguatkan negara yang dilanda krisis utang ini akan mengalami default," kata Linda.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia kembali naik 0,15 poin (0,19 persen) ke level 79,581.

Dari kawasan regional sore ini mata uang regional justru menguat. Dolar Singapura menguat 0,54 persen, won Koera Selatan menguat 0,23 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,04 persen, serta baht Thailand juga menguat 0,26 persen.

VIVA B. KUSNANDAR