REUTERS/Lucas Jackson
Terpukul Yunani, Wall Street Meluncur ke Titik Terendah
TEMPO.CO, New York - Kekhawatiran investor akan masa depan penyelamatan krisis utang Yunani kian tinggi. Senin kemarin mereka ramai-ramai melepas saham. Bursa Wall Street pun kembali meluncur hingga ke titik terendah dalam 13 bulan terakhir.
Anjloknya saham perusahaan finansial patungan Prancis-Belgia, Dexia, sampai mencapai 10 persen membuat investor semakin panik. Lembaga Pemeringkat Moody Investor Service mengingatkan adanya masalah likuiditas akibat bebsarnya surat utang Yunani.
Pasar khawatir pejabat Eropa tidak dapat mencegah krisis finansial di Yunani sehingga beralih menjadi krisis perbankan global.
"Kebanyakan investor takut bahwa pasar di Eropa akan berjalan dengan baik di depan politikus yang tidak akan bisa mendapatkan solusi apapun yang masuk akal," demikian Chief Investment Officer Harbor Advisory Corp seperti dilansir Reuters hari ini, Selasa, 4 Oktober 2011.
Bank-bank di Amerika Serikat telah menjadi target untuk spekulan. Morgan Stanley ditutup pada titik terendah sejak Desember 2008. Resesi telah menghapus keuntungan S&P 500 selama 12 tahun akibat krisis kredit.
"Kita akan memiliki standar kacau di Yunani dan mungkin ada lagi krisis perbankan di Eropa karena mereka kekurangan modal dan sarat dengan (berdaulat) utang," kata De Gan.
Saham Morgan Stanley jatuh 7,6 persen menjadi $ 12,47 dan sektor keuangan S&P turun 4,5 persen.
Pada perdagangan Senin kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 258,08 poin atau 2,36 persen ke 10,655.30; S & P 500 turun 32,19 poin atau 2,85 persen ke 1,099.23. Nasdaq Composite kehilangan 79,57 poin atau 3,29 persen ke 2,335.83.
REUTERS | ERWINDAR





