Topik
Bank Dunia: Hanya Satu Kontrak Kerja Sama Pemerintah-Swasta Terealisasi
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Dunia mencatat baru satu kontrak kerja sama pemerintah dan swasta yang terealisasi dari banyaknya program yang diluncurkan sejak tahun 2005 lalu. Kontrak kerja sama itu adalah pembangunan pembangkit listrik Jawa Tengah pada tahun 2011.
Lambatnya kemajuan proyek tersebut karena lemahnya persiapan dan pemilihan proyek. "Faktor keberhasilan negara lain adalah kemampuan pemerintah memprioritaskan proyek yang baik dan jelas secara keuangan," kata Ekonom Bank Dunia di Indonesia, Shubham Chaudhuri dalam paparan perkembangan ekonomi di Universitas Paramadina, Selasa, 4 Oktober 2011.
Dalam catatan Bank Dunia, di 2005 pemerintah merilis 91 proyek pada Infrastructure Summit dan di tahun berikutnya terdapat 10 proyek unggulan dan 101 proyek potensial. Tahun lalu pemerintah memperkenalkan 100 proyek tapi hanya 1 proyek yang statusnya siap ditawarkan.
Pada April 2011 sebanyak 16 proyek yang ditawarkan di acara Investor Summit ke-4. Pemerintah juga meluncurkan proyek Master plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia dengan 32 proyek.
Namun dalam KPS Book, sebanyak 33 proyek dihapuskan karena tidak ada kemajuan yang dibuat oleh contracting agencies atau lembaga atau kementerian yang melakukan kontrak. "Kapasitas di tingkat lembaga atau kementerian membutuhkan bantuan ahli untuk menarik investor."
Kesuksesan KPS di dunia karena berbagai faktor terutama dari dukungan kepemimpinan, adanya badan tunggal yang bertanggung jawab, dukungan fiskal buat menarik investor, proses seleksi proyek yang terintegrasi serta peningkatan badan pelaksana. "Saat ini dukungan terhadap persiapan proyek dalam pemerintahan sangat kurang," tulis Bank Dunia dalam buku paparan perkembangan triwulan perekonomian Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui proyek infrastruktur dengan Kerja sama Pemerintah dan Swasta berjalan lambat. ”Kalau lihat di infrastruktur, proyek kerja sama pemerintah swasta tidak seperti yang kami harapkan,” katanya.
ALWAN RIDHA RAMDANI





