foto

Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu ( kanan), berbincang dengan Menteri Perdagangan, Perindustrian dan Tekstil India, Shri Anand Sharma. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Pra Negosiasi Indonesia-India Dimulai

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan India memulai pra-negosiasi kerja sama perdagangan dalam kerangka Indonesia India Comprehensive Economic Cooperation Agreemnt (II-CECA). Pada tahapan ini, negosiator baru membahas apa saja yang akan dilakukan dalam kerangka kerja, terkait penurunan tarif dan peningkatan kapasitas.

Selain itu, juga akan ditentukan berapa banyak pos tarif yang akan dibahas untuk penurunan bea masuk. "Jadi belum kepada detail perundingan," kata Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami usai pertemuan bilateral antara menteri perdagangan Indonesia dan India, Selasa, 4 Oktober 2011.

Gusmardi belum memastikan kapan negosiasi tarif akan dimulai. "Pra-negosiasi masih ada sampai betul-betul ada dasar-dasar yang disepakati bersama, baru kemudian pendalaman," ujarnya. Pada Desember mendatang, baru akan ada pertemuan lagi.

Kerangka kerja sama CECA Indonesia-India sudah dibentuk sejak Oktober 2005. Kesepakatan itu kemudian ditindaklanjuti dengan studi kelayakan oleh Joint Study Group.

Pemerintah Indonesia sudah mengadakan pembicaraan bilateral dengan India di sela-sela pertemuan para menteri ASEAN di Manado, Agustus lalu. Saat itu, kedua pihak mengenai finalisasi persiapan negosiasi kerja sama ekonomi tersebut.

Kerja sama tersebut diproyeksikan akan meningkatkan ekspor Indonesia ke India menjadi US$ 9,7 miliar. Sementara ekspor India ke Indonesia menjadi US$ 7,8 miliar pada 2020.

EKA UTAMI APRILIA