Aston Villa. AP/Akira Suemori
Topik
Penyedia Layanan Siaran Langsung Liga Inggris Digugat
TEMPO.CO, LUXEMBURG --Pengadilan Eropa menggelar sidang perdata gugatan balik Karen Murphy, seorang pemilik Pub terhadap Stasiun Televisi BSkyB. Stasiun ini sebelumnya menggugat si ibu pemilik The Red White and Blue Pub, kerugian materiil sebesar 8000 poundsterling atau sekitar Rp 120 juta.
Pub yang terletak di Southsea, Portsmouth, menggugat monopoli BSkyB atas siaran langsung Liga Primer Inggris. Pada 2004, Karen membatalkan penyiaran Liga Inggris dengan stasiun BSkyB milik perusahaan swasta Inggris, Sky atau ESPN, karena sangat mahal.
Dibanding dengan siaran langsung dengan provider dari Yunani, Nova. Kontrak siaran langsung BSkyB senilai 7000 poundsterling atau Rp 105 juta per tahun, Nova cuma 800 poundsterling atau sekitar Rp 12 juta per tahun.
Karen dituntut BSkyB di pengadilan Inggris. Tapi Karen menuntut balik BSkyB atas monopoli itu ke Pengadilan Eropa yang beranggotakan 27 negara Uni Eropa--termasuk Inggris. Jaksa Julian Kokott, menyatakan,”Perjanjian eksklusif penyiaran pertandingan sepakbola melanggar hukum Uni Eropa.”
Para pengamat sepakbola melihat potensi revolusi penyiaran dan industry sepakbola di Eropa bila kemenangan diraih Karen. Lantaran, sebagai liga terkaya di dunia saat ini, sebagian besar uang didapatkan dari hak siar televisi.
Musim lalu, Liga Primer mendapatkan keuntungan hak siar dengan paket selama tiga tahun sebesar 3,5 miliar poundsterling. Sebesar 1,4 miliar poundsterling dibeli stasiun di luar Inggris.
YOPHIANDI | AP





