Roman Abramovich. AP/Tom Hevezi
Topik
Bos Chelsea FC Digugat Rp 45 Triliun
TEMPO.CO, LONDON--Bos klub Liga Primer Inggris Chelsea Football Club, Roman Abramovich dituduh memeras dan mengingkari partner bisnisnya Boris Berezovsky. Boris, yang adalah pelarian politik Rusia adalah bekas partner bisnis minyak Roman.
“Mereka bekerjasama saat mengakuisisi Sibneft,” kata Laurence Rabinowitz, pengacara Boris. Roman, katanya, mengintimidasi Boris untuk menjual sahamnya di perusahaan minyak Sibneft ke dalam beberapa bagian. “Ini masalah perdata dua orang kaya, yang akan sangat kaya seperti idaman banyak orang,” kata Laurence kepada Pengadilan Tinggi.
Tapi, persoalan muncul saat Boris punya hubungan jelek dengan para elit politik Rusia. “Saat itu, Roman mengingkari perjanjian mereka,” kata Laurence. “Tampaknya Pak Abramovich lebih mengutamakan kekayaan daripada persahabatan dan kesetiaan.” Abramovich menjual Sibneft kepada BUMN Rusia Gazprom pada 2005 senilai miliaran dolar.
Boris adalah elit Kremlin di masa pemerintahan Presiden Boris Yeltsin. Setelah Yeltsin tumbang oleh Vladimir Putin, Boris lari ke Inggris pada 2001. Sejak itu, dia adalah pengkritik sejati politik Kremlin.
Kasus ini diperkirakan makan waktu dua bulan. Baik Boris dan Roman hadir di pengadilan, duduk berhadapan dalam satu ruangan. Pengacara Roman yang tak hadir, Jonathan Sumption, dalam pembelaan tertulisnya menyatakan tuduhan itu bermotif politik.
YOPHIANDI | AP





