George Soros. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Topik
Soros Dukung Gerakan Anti-Wall Street
TEMPO.CO, New York - Miliuner George Soros ternyata mengaku bersimpati pada gerakan anti-Wall Street. Menurut dia, lembaga tersebut telah menjadi "bumper" pembayaran bonus oleh bank.
"Saya rasa saya bisa bersimpati dengan pandangan mereka (demonstran)," ujar Soros dalam sebuah acara jumpa pers di markas besar PBB, Senin, 3 Oktober 2011, waktu setempat. Ia ditanya para wartawan tentang para demonstran yang mencoba mengambil alih Brooklyn Bridge pada akhir pekan lalu.
Seperti diketahui, pendukung gerakan "Duduki Wall Street" bertekad terus beraksi meski terjadi penangkapan terhadap lebih dari 700 orang sehari sebelumnya karena memblokade jalan di Jembatan Brooklyn, New York. Mereka mengaku telah membuat rencana cadangan bila lokasi kemah digeruduk atau mereka diusir paksa oleh polisi.
Gerakan "Duduki Wall Street" marak sejak dua pekan lalu. Aksi ini bertujuan memprotes penyitaan rumah dan membengkaknya angka pengangguran serta mengkritik kebijakan dana talangan 2008.
Mulanya pesertanya hanya selusinan mahasiswa yang berunjuk rasa dengan berkemah di Taman Zuccotti, sebuah plaza dekat pusat finansial New York. Dukungan kemudian bermunculan, termasuk dari sutradara Michael Moore, aktris Susan Sarandon, dan anggota Kongres Bernie Sanders.
Dukungan juga berdatangan dari serikat pekerja. Beberapa serikat pekerja New York kini sudah bergabung atau berencana bergabung akhir pekan ini. Serikat pekerja transportasi, dengan 38 ribu anggota, dilaporkan sudah menyerukan kepada anggotanya agar turun ke jalan pada awal pekan depan.
Kemarin aksi itu bahkan meluas ke kota-kota lain di Amerika. Tercatat ada 21 lokasi tempat aksi serupa terbentuk. Namanya bermacam-macam, tapi senada: duduki Los Angeles, duduki Chicago, duduki Boston. Aksi dilakukan di depan gedung bank sentral di kota-kota tersebut.
Soros mengatakan sangatlah wajar kalau terjadi kemarahan oleh kelompok demonstran antikapitalis dan Tea Party, sayap Partai Republik. "Sebenarnya saya bisa memahami sentimen mereka, terus terang," kata Soros, menyoroti penderitaan pemilik usaha kecil yang melihat beban bunga kartu kredit meningkat dari 8,0 persen menjadi 28 persen setelah krisis 2008.
"Dan karena mereka mengandalkan kredit untuk menjalankan bisnis, banyak sekali dari mereka benar-benar keluar dari bisnis."
Soros tambahkan, "Berhubung bisnis mereka tergantung pada kredit, bunga sebesar itu mencekik leher mereka."
Pada kesempatan jumpa pers itu,Soros sekaligus mengumumkan bahwa dia akan menyumbangkan US$ 40 juta (Rp 357 miliar) untuk proyek pembangunan pedesaan di negara berkembang terutama di negara-negara Afrika.
FINANCIAL NEWS | CA





