Sebuah tiang rubuh menimpa mobil setelah diterjang topan Nesat di Manila, Philipina, (27/9). REUTERS/Romeo Ranoco
Topik
Nesat dan Nalgae Rusak Lumbung Padi Filipina Banjir
TEMPO.CO, MANILA:- Lusinan helikopter dan kapal-kapal penyelamat mendistribusikan makanan, air minum, dan obat-obatan ke ribuan warga Filipina yang terdampar di kota-kota utara ibu kota, yang kebanjiran, Senin 3 Oktober 2011.
Wilayah luas penghasil beras terbesar di Provinsi Bulacan dan Pampanga telah terendam banjir sejak akhir pekan lalu setelah Filipina dilanda dua badai dalam hitungan hari. Badai ketiga mungkin terbentuk pekan ini.
Badai Nesat dan Nalgae sudah membunuh sedikitnya 59 orang, dengan 36 lainnya masih hilang. Menurut badan bencana nasional, dua topan telah merusak ribuan hektare pertanian dan infrastruktur di Luzon. Kerugian ditaksir lebih dari 9 miliar peso.
Josefina Timoteo, Kepala Kantor Pertahanan Sipil di Luzon Tengah, menyebutkan, banjir mulai surut di beberapa area di Bulacan, yang memungkinkan pengiriman bantuan makanan ke daerah-daerah pesisir yang terisolasi. “Saya diberi tahu tingkat air telah turun satu kaki sejak Ahad pagi,” kata Timoteo di Manila. “Selama tidak ada badai baru dan hujan lagi, itu akan menormalkan situasi dalam sepekan.”
Presiden Filipina Benigno Aquino III mengatakan pemerintah telah bekerja pada suatu rencana rehabilitasi komprehensif untuk merekonstruksi dan membangun kembali daerah yang terkena dampak topan Nesat dan Nalgae dan memastikan bahwa bantuan yang memadai sampai kepada para korban.
Juru bicara kepresidenan, Edwin Lacierda, menyebutkan, Aquino akan mengunjungi Provinsi Bulacan, Pampanga, dan Tarlac. “Saya berharap seluruh (rencana rehabilitasi) akan selesai hari ini,” ucap Aquino kemarin, mengutip antara lain perbaikan jalan dan restorasi aliran listrik. Para pejabat juga menyatakan 360 ribu warga hingga kemarin tinggal di pusat-pusat pengungsian atau terjebak di beberapa daerah banjir.
REUTERS | XINHUA | AHN | DWI ARJANTO





