ANTARA/Oky Lukmansyah
12 Kabupaten Kekurangan Air Bersih
TEMPO.CO, Kudus - Sebanyak 12 kabupaten di bawah koordinasi wilayah I Pati, Jawa Tengah, berpotensi kekurangan air bersih. Saat ini, sudah 2.000 tangki air bersih dikucurkan. "Tapi masih membutuhkan tambahan lagi," kata Indri Surya, Kepala Badan Koordinator Wilayah I Pati, Selasa, 4 Oktober 2011.
Bantuan yang dikucurkan untuk Pati adalah sebanyak 732 tangki, Blora 68 tangki, Rembang 403 tangki, dan Grobogan 432 tangki. Sisanya, sebanyak 365 tangki, dibagikan untuk Demak, Salatiga, Semarang, Kota Semarang, Kendal, Kudus, dan Jepara. "Kami butuh bantuan 800 tangki lagi. Kebutuhan terbesar untuk daerah Pati, Blora, Rembang, dan Grobogan," kata Indra lagi.
Di masa mendatang, dia berharap, setiap daerah dapat menyediakan sendiri air bersih secara mandiri. "Pemerintah setempat harus merencanakan anggaran dalam APBD-nya untuk penanggulangan bencana alam."
Selain air bersih, kemarau yang melanda Jawa Tengah dan sekitarnya juga memicu daerah rawan api. Gunung dan Pegunungan Kendeng sudah dalam status siaga api. "Setiap ada orang luar masuk wilayah ini, kami selalu menanyakan keperluannya. Kami juga ingatkan agar tidak membawa sesuatu yang mudah memicu api," kata Garno Sunarno, Ketua Paguyuban Masyarakat Pelestari Hutan Muria.
Di Pegunungan Kendeng sempat ditemukan tiga titik api karena puntung rokok. "Untung segera dapat dipadamkan sehingga api tidak membesar," kata Sudarmin, Ketua Pelestari Leluhur Pelindung Hutan Kendeng, di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus.
Kewaspadaan itu dilakukan karena sejumlah hutan di Jawa Tengah terbakar. Terakhir, terjadi dua hari lalu di Rembang. Sebanyak empat hektare hutan rakyat tanaman jati, cengkih, dan sengon terbakar. "Kini kami menyiapkan satu mobil pemadam kebakaran hasil modifikasi mobil tangki air," kata Sudarmanto, Administratur Kesatuan Pemangku Hutan Kebunharjo.
BANDELAN AMARUDDIN





