foto

Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

Bandara Husein Sastranegara Akan Tambah Terminal  

TEMPO.CO, Bandara - Pengelola Bandara Husein Sastranegara, Bandung, akan menambah terminal untuk mengantisipasi tren pertumbuhan penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara di bandara itu. ”Direncanakan pada akhir tahun ini, kita akan mengembangkan terminal,” kata General Manager PT Angkasa Pura II Husein Sastranegara Bandung, Eko Diantoro, usai menemui Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, hari ini, Selasa, 4 Oktober 2011.

Penambahan terminal itu rencananya memakai lahan milik TNI Angkatan Udara di bandara itu. Saat ini lahan yang berada di bagian timur terminal bandara yang ada tengah digunakan PT Dirgantara Indonesia untuk lahan parkir.

Terminal baru itu akan berdiri di atas lahan seluas 6.109,75 meter persegi. Bangunan terminal baru itu rencananya terdiri dari dua lantai dengan luas bangunan mencapai 13 ribu meter persegi. Pembangunannya akan memakan waktu hingga dua tahun dan ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir tahun ini.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun terminal baru itu mencapai Rp 200 miliar. Anggaran yang disetujui dikucurkan perusahaannya untuk pembangunan tahap pertama pengembangan terminal itu sebesar Rp 30 miliar. ”Ini proyek multiyears,” kata Eko.

Menurut Eko, proses pembangunannya menunggu rampungnya perizinan penyerahan lahan milik TNI Angkatan Udara itu pada PT Angkasa Pura II untuk pengembangan terminal. ”Lanud Husein Sastranegara mendukung kami, TNI AU mendukung kami, tetapi ada yang harus melalui proses perizinan karena itu aset negara. Sehingga agar tidak menjadi salah, proses itu kita harus hati-hati,” katanya.

Saat ini terminal yang ada untuk melayani pemberangkatan dan kedatangan penumpang daya tampungnya sudah maksimal. Pengelola bandara terpaksa menyiasati kedatangan pesawat yang datang di waktu yang bersamaan agar tidak terjadi penumpukan penumpang. Pesawat yang mendarat, misalnya, dibatasi agar tidak lebih dari dua pesawat di waktu yang bersamaan. Meski hal itu membuat mereka terpaksa menambah jam operasional bandara itu.

Daya tampung terminal yang ada saat ini hanya bisa melayani maksimal 900 penumpang. Dengan rampungnya terminal baru itu, daya tampung terminal bandara itu akan bertambah 3 kali lipat. Kepada Gubernur Ahmad Heryawan, Eko mengabarkan rencana itu. "Sekaligus menjajaki kemungkinan rencana perpanjangan runway atau landasan bandara itu," ujarnya.

Hingga Agustus 2011 ini, bandara itu sudah digunakan oleh 7.418 pesawat. Total penumpang yang dilayani bandara itu per Agustus 2011 sudah menembus 590 ribu penumpang, sementara pada 2010 total 787 ribu penumpang. Pengelola bandara itu menargetkan hingga akhir tahun ini bisa melayani 1 juta penumpang.


AHMAD FIKRI