foto

Badan pesawat Cassa 212-200 milik PT. Nusantara Buana Air (NBA) yang jatuh berada di antara rimbunan pepohonan di kawasan Bahorok Kab Langkat, Sumut, Jumat (30/9). Foto: Basarnas

Sampel Darah Pilot Casa Diperiksa  

TEMPO.CO, Medan - Tim dokter forensik Rumah Sakit Adam Malik menyerahkan sampel darah Famal Ishak, pilot Casa 212-200, untuk diteliti di Laboratorium Kriminal (Labkrim) Polda Sumatera Utara.

Koordinator tim forensik dokter Mistar Ritonga mengatakan penyelidikan terhadap sampel darah pilot diperlukan untuk memastikan apakah saat menerbangkan pesawat di dalam tubuh pilot tidak mengandung zat racun atau alkohol serta narkotika.

Menurut Mistar, sampel darah Famal Ishak sudah di tangan dokter Polda Sumatera Utara. Tujuan pemeriksaan untuk memastikan ada-tidaknya racun di tubuh pilot itu saat menerbangkan pesawat. "Racun yang dimaksud dalam pemeriksaan laboratorium adalah zat yang tidak diinginkan tubuh seperti alkohol, zat adiktif, dan zat beracun lain yang mungkin tidak sengaja dikonsumsi,” katanya kepada Tempo, Selasa, 4 Oktober 2011.

Mistar mengemukakan pemeriksaan sampel darah penting dilakukan untuk memastikan ada-tidaknya unsur kelalaian yang dilakukan pilot saat menerbangkan pesawat.

Unsur kelalaian yang dimaksud, menurut Mistar, jika dengan sadar pilot mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan sebelum terbang. Hasilnya, lanjut dia, dapat dilihat dari pemeriksaan darah di Laboratorium Kriminal milik Disaster Victim Identification (DVI).

Mistar menambahkan, kesimpulan pemeriksaan Laboratorium Kriminal akan digunakan melengkapi hasil pemeriksaan identifikasi yang sudah selesai dilakukan pada Ahad malam lalu.

Hasil pemeriksaan sampel darah itu baru diketahui tiga pekan sejak sampel dikirim kemarin ke Labkrim Polda Sumatera Utara.

Dokter Disaster Victim Identification Polda Sumatera Utara Ajun Komisaris Besar Sahat Harianja membenarkan polisi sedang menyelidiki kadar alkohol di dalam sampel darah pilot Famal.

Dia mengungkapkan, hasil pemeriksaan darah di Labkrim bukan seperti pemeriksaan darah di klinik atau rumah sakit yang bisa selesai dalam satu atau dua hari. Sebab pemeriksaan harus ekstra hati-hati mengingat kesimpulan pemeriksaan untuk kepentingan penyidik. "Namun jika dikebut mungkin bisa di bawah tiga pekan," kata Sahat kepada Tempo.

Pemeriksaan DVI lewat Labkrim, menurut Harianja, fokus pada kadar alkohol dalam darah dan racun yang mungkin memicu kehilangan kesadaran pilot tersebut. “Namun bukan berarti saya mengatakan pilot Famal Ishak dalam kondisi mabuk saat menerbangkan pesawat," ujar Sahat.

SAHAT SIMATUPANG