Infografis
Dharnawati Yakin Duit Suap Untuk Menteri Muhaimin
TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus suap proyek transmigrasi Dharnawati menyakini dua tersangka lainnya, I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan, bakal menyerahkan duit suap Rp 1,5 miliar kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar.
"Saya yakin karena mereka itu diangkat menjadi pejabat oleh Pak menteri. Dalam arti saya berpikir, mereka bukan orang luar, " kata Dharnawati seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Selasa 3 Oktober.
Apalagi I Nyoman maupun Dadong, kata Dharnawati, meyakinkan dirinya bahwa Muhaimin membutuhkan duit untuk lebaran. Ia mengatakan kedua orang itu menyebut hal tersebut berkali-kali.
"Saya sudah beberapa kali diancam melalui pesan singkat, kemudian mereka telepon saya, tapi saya tidak angkat," ucap dia.
Dharnawati adalah Kuasa Direktur PT Alam Jaya Papua yang tertangkap tangan menyuap Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya serta Kepala Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan, Dadong Irbarelawan 25 Agustus lalu. Kedua orang itu adalah pejabat di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Dari penangkapan itu, KPK menyita duit yang diduga hasil suap Rp 1,5 miliar. Pemberian uang itu diduga ada kaitannya dengan Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) di Kawasan Transmigrasi untuk 19 kabupaten pada APBN-Perubahan 2011 Rp 500 miliar.
Muhaimin juga telah diperiksa KPK dalam kasus ini. Namun ia membantah menerima maupun meminta duit Dharnawati.
Dharnawati mengatakan sempat meragukan pernyataan I Nyoman maupun Dadong. Ia pun meminta Dani Nawawi, orang yang disebut juga dekat dengan Muhaimin, mempertanyakan langsung hal tersebut ke Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu.
Namun ia menyatakan keragunanya itu terlambat, karena duit Rp 1,5 miliar telanjur telah ditarik dari rekening pribadinya. Dharnawati juga mengaku khawatir menyimpan duit itu lama-lama.
"Terpaksa dengan berat hati saya serahkan ke Pak Dadong. Dengan catatan saya membuat kuitansi," ucap dia. Saat itulah dia dicokok KPK, ia mengatakan Dani tak sempat menemui Muhaimin.
Ia sangat menyesal memberikan duit itu ke Dadong karena menjadikan dirinya terbelit kasus hukum. "Saya merasa tertipu," ucap dia. Namun, ia menyadari kesalahnnya tak mengecek langsung kebenaran pernyataan I Nyoman dan Dadong ke Muhaimin. "Saya terpancing mereka."
TRI SUHARMAN





