foto

TEMPO/Amston Probel

Korban SMS Penyedot Pulsa Melapor ke Polda

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang warga Matraman, Jakarta Timur, Mochamad Feri Kuntoro, 36 tahun, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Rabu, 5 Oktober 2011. Mochamad mengaku menjadi korban penipuan pesan pendek (SMS) premium bernomor *933*33#. Menurut dia, awalnya dia mencoba registrasi ke nomor SMS premium karena tergiur tawaran hadiah telepon seluler BlackBerry. "Saya lihat di tayangan televisi swasta sekitar pukul 00.30 WIB pada bulan Maret," ujarnya di SPK Polda Metro Jaya.

Alih-alih mendapat hadiah BlackBerry, ternyata dia menerima pesan pendek berupa informasi seputar artis yang diikuti dengan tautan ke laman tertentu dari nomor 9133. Pegawai swasta itu juga mendapat nada dering yang tidak pernah dia pesan. "Karena SMS itu, tiap hari pulsa saya terpotong Rp 2.000 dan Rp 15.000 untuk satu nada dering," kata dia.

Akibatnya pelanggan pascabayar sebuah operator seluler tersebut harus merogoh kocek Rp 75 ribu per bulan. Jumlah tersebut di luar biaya pembicaraan telepon dan pesan pendek reguler. "Dari Maret sampai sekarang saya sudah rugi ratusan ribu."

Sebelum melapor ke polisi, Mochamad sudah berkali-kali mencoba memutus langganan SMS premium itu dengan mengirim pesan ''UNREG'' ke *933*33#. Tapi, upaya itu selalu gagal dan SMS premium tetap mengalir masuk. Dia sudah melapor ke pelayanan konsumen operator seluler tersebut, tapi tak banyak membantu. "Petugas hanya bilang SMS itu di luar provider dan ''UNREG'' harus dilakukan sendiri melalui pesan pendek," ujarnya.

Dia baru terpikir melaporkan penyedotan pulsa itu setelah melihat pemberitaan di sejumlah media bahwa polisi meminta masyarakat yang dirugikan oleh SMS melapor ke polisi. Laporan Mochamad diterima polisi dengan nomor LP/3409/X/2011/PMJ/Ditreskrimsus. Kepada petugas piket, dia meminta penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen untuk menjerat pelaku. "Pihak mana yang akan menjadi terlapor, akan diselidiki polisi dulu," kata dia.

CORNILA DESYANA