foto

Google+

Google+ Ditelantarkan?

TEMPO.CO, California - Dalam bisnis peranti lunak dikenal istilah eat your own dog food. Ungkapan itu dipakai untuk menggambarkan rasa percaya diri terhadap produk yang sudah dikembangkan suatu perusahaan.

Prinsipnya, bila produk yang digunakan memang baik, pengembangnya tidak akan ragu memakainya. Tapi jika pengembangnya sendiri tak ingin menggunakannya, kenapa orang lain harus tertarik?

Pertanyaan itu seharusnya ditujukan kepada para petinggi Google yang tampaknya mengabaikan jejaring sosial yang mereka kembangkan sendiri, yakni Google+.

Dikutip dari CNET, kejadian ini ditemukan Michael DeGusta dan dimuat dalam situs The Understatement, Selasa, 4 Oktober 2011. DeGusta menghitung berapa banyak para petinggi perusahaan ini yang mengeposkan sesuatu di jejaring sosial tersebut secara publik sejak Juni hingga Oktober.

Hasilnya, hanya dua dari 18 nama petinggi Google aktif mengirim posting bersifat publik di Google+. Lima orang jarang menggunakan, delapan tidak pernah posting sama sekali, dan tiga di antaranya bahkan tidak memiliki akun Google+.

Mereka yang aktif adalah Vic Gundotra, Senior Vice President dari Social Business, dengan lebih dari 150 pos dan Sundar Pichai, Senior Vice President dari Chrome, sebanyak 58 pos.

Sementara itu CEO Google, Larry Page, hanya membuat tujuh posting publik. Direktur Eksekutif Google, Eric Schmidt, malah tidak memiliki akun jejaring sosial ini. Perwakilan Google menolak berkomentar mengenai hal ini.

Dikutip dari Mashable, Rabu, 5 Oktober 2011, para petinggi Google bisa saja mengirimkan status secara privat, sehingga tidak bisa dibaca banyak orang. Namun kurangnya keterikatan pada publik dapat juga diartikan bahwa mereka tidak merasa terikat pada produknya ini. Padahal mempromosikan Google+ kepada khalayak luas merupakan sebagian tugas mereka.

Sikap petinggi Google ini berbanding terbalik dengan pengelola Facebook. Beberapa hari lalu Mark Zuckerberg, CEO jejaring sosial ini, mengomentari status pengguna Facebook yang meragukan bahwa ia sering mengakses Facebook.

"Tidak, aku benar-benar menggunakan Facebook sepanjang hari," ujarnya dalam boks komentar, yang langsung disambut ribuan acungan jempol dari para pengguna Facebook.

CNET | MASHABLE | RATNANING ASIH