Sejumlah prajurit Pasukan khas (Paskhas) TNI AU berbaris saat melakukan defile pada perayaan HUT ke-66 TNI di Markas Lantamal VI Makassar, Sulsel (5/10). ANTARA/Yusran
Topik
Panglima Yakin Kerja Intelijen TNI dan BIN Tak Berbenturan
TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Agus Suhartono meyakini tidak akan terjadi benturan kerja intelijan antara Badan Intelijen Strategis (BaIS) TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). Meskipun, aturan baru dalam Rancangan Undang-Undang Intelijen Negara mengatur BIN sebagai koordinator dari seluruh badan intelijen institusi, termasuk TNI.
"Tidak, pasti tidak. Karena apa yang dicari BaIS untuk kepentingan TNI," kata dia usai upacara peringatan hari ulang tahun TNI ke-66 di Plaza Markas Besar TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu 5 Oktober 2011.
Menurut Agus, informasi yang dibutuhkan BIN adalah informasi umum, sementara BaIS TNI menggali informasi untuk kepentingan TNI.
Agus mengatakan memang tidak ada pengaturan yang jelas informasi apa yang harus dibagi oleh badan intelijen TNI kepada BIN. Selain soal terorisme, atau soal-soal lain seperti deteksi dini untuk konflik horisontal.
Selain itu, bidang tugas BIN cukup jelas, yaitu terkait keselamatan negara secara umum. Sementara tugas-tugas intelijen TNI, kata Agus, terkait dengan operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. "Tugas BaIS untuk mengumpulkan data-data terkait kepentingan tugas TNI, tetapi BaIS juga memiliki kemampuan lain yang bisa dimanfaatkan oleh satuan lain," ujarnya.
KARTIKA CANDRA





