foto

TEMPO/Wahyu Setiawan

Bank BCA Batasi Pinjaman Valas  

TEMPO.CO, Jakarta -  Bank BCA menyatakan akan berhati-hati melakukan penyaluran kredit valuta asing (valas). Meski, dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia Devisa Hasil Ekspor nanti, bank akan kebanjiran likuiditas valas.

Wakil Direktur Bank BCA Eugene Keith Galbraith menuturkan, dewan direksi sudah memutuskan untuk membatasi penyaluran kredit valas di kisaran US$ 1,6 miliar. "Itu limit penyaluran valas, berdasarkan penilaian risiko kami," ujar dia saat memberikan keterangan pers di Investor Summit, Pacific Place, Rabu 5 Oktober 2011.

Batasan penyaluran kredit valas ini tidak akan diubah dalam waktu dekat walau pun kondisi pasar diprediksi akan mengalami kelebihan likuditas valas jika PBI Devisa Hasil Ekspor diberlakukan nanti. Potensi valas dari ekspor disebut mencapai US$ 29 miliar.

Sekretaris Perusahaan Bank BCA Raymond Yonarto menyatakan bahwa angka penyaluran kredit valas bank terus bergerak. Yakni di kisaran US$ 1,4-1,5 miliar. Atau 10 persen dari total pinjaman yang disalurkan yang mencapai Rp 159,7 triliun per Juni 2011.

Sementara itu, dana pihak ketiga valas mencapai 10 persen dari total Dana Pihak Ketiga. Total DPK mencapai Rp 285,7 triliun per Juni 2011. Sehingga Loan to Deposit Ratio valas mencapai 50 persen.

Galbraith menambahkan, Bank BCA bukan hanya berhati-hati menyalurkan kredit, tapi juga selektif memilih debitor valas. "Kami pinjamkan dolar hanya kepada eksportir yang menghasilkan penjualan dalam dolar. Seperti perkebunan,'' katanya.

Bahkan, jika dalam keadaan krisis, bank akan mengurangi porsi penyaluran kredit valas. "Ya, kalau krisis ini mulai berpengaruh," ujar Galbraith.

FEBRIANA FIRDAUS