foto

Pekerja membuat rangka jembatan gantung di hutan kota Babakan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

Investasi Industri Kehutanan Mencapai Rp 32 Triliun

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto mengatakan mengatakan, saat ini bisnis industri kehutanan tidak lagi redup. Pemerintah mencatat, dalam dua tahun terakhir industri kayu berbasis hutan tanaman berkembang dengan nilai investasi Rp 32 triliun dan serapan tenaga kerja 237.824 orang.

Sepanjang tiga tahun belakangan ini sebanyak 328 unit perusahaan industri berbasis hutan tanaman mulai bergeliat. Meskipun masih tergolong kecil, namun aglomerasi industri kayu sudah mulai terjadi di pulau Jawa seperti di Banten, Tasikmalaya, seluruh kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Daerah tersebut, kata Hadi, banyak menanam pohon jenis sengon dan jabon di pekarangan rumah. “Namun sayang perkembangan ini belum terjadi di luar Pulau Jawa karena sudah banyak yang berhenti beroperasi.”

Kapasitas produksi industri kayu berbasis hutan tanaman yang beroperasi saat ini, yaitu industri plywood berkapasitas 11,8 juta meter kubik per tahun, veneer 2,4 juta meter kubik, sawned timber 6,2 juta meter kubik, laminated veneer lumber (LVL) 527 ribu meter kubik, wood chip 15,4 juta meter kubik, dan wood pallete energy 467 ribu meter kubik.

"Tumbuhnya investasi juga didorong oleh berbagai kemudahan yang diberikan. Seperti industri kayu berbasis rakyat tidak perlu analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), bisa dibangun dekat hutan, dan surat legalnya cukup dari lurah atau kepala desa," kata Hadi.

Tak hanya itu, pihak perbankan yang sudah mau memberikan akses kemudahan pemberian modal juga mendorong investasi ini. “Sebelumnya bisnis kehutanan dianggap sebagai sunset industry,” katanya.

Sementara itu, untuk izin baru yang sudah diterbitkan, sebanyak 64 unit Hutan Tanaman Rakyat (HTR) baru beroperasi dengan total nilai investasi tambahan sebanyak Rp 3,9 triliun. “Jumlah tenaga kerja yang diserap juga banyak ada 27.446 orang,” kata dia.

Kapasitas produksi kayu dari HTR baru ini adalah berupa industri plywood 666 ribu meter kubik, veneer 1,4 juta meter kubik, sawned timber 663 meter kubik, LVL 67 ribu meter kubik, wood chip 9,2 juta meter kubik, dan wood pallet 225 ribu meter kubik.

ROSALINA