foto

TEMPO/Amston Probel

Operator Telekomunikasi Buka Pos Pengaduan “Pencurian Pulsa”  

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah operator telekomunikasi mulai melakukan antisipasi agar pelanggan mereka tidak dirugikan lebih jauh dalam kasus penipuan dengan modus pencurian pulsa. “Indosat, alhamdulillah sudah mengantisipasi permasalahan ini sejak awal munculnya kasus ini,” kata Head of Corporate Communication Indosat, Djarot Handoko, Rabu, 5 Oktober 2011.

Ia menyatakan beberapa keluhan dari pelanggan yang datang ke perusahaan operator telekomunikasi biasanya karena mereka tidak merasa registrasi, tidak tahu cara “unreg” atau proses “unreg” yang tidak sukses. Pelanggan juga mengeluhkan mendapat SMS promo yang berlebihan ataupun terjebak dengan promo SMS broadcast.

Beberapa antisipasi yang dilakukan Indosat adalah memberikan notifikasi pada pelanggan mengenai cara untuk Unreg, bila masa perpanjangan Ring Back Tone (RBT) sudah tiba. Selain itu, ada perubahan mekanisme di mana akan selalu ada konfirmasi ulang bagi layanan yang diakses melalui WAP, SMS, maupun UMB (misal, nomor *888*9#).

Djarot memastikan tidak ada auto registrasi melalui UMB maupun WAP. Selain itu, setiap ada notifikasi mengenai konfirmasi ulang akan selalu disertai dengan informasi mengenai cara Unreg. Sementara itu Indosat akan memasukkan semua penyedia konten dalam sistem SPM, dan melakukan rekonsiliasi data antara kedua belah pihak.

Untuk rencana jangka menengah hingga Desember nanti, Indosat akan menyiapkan halaman khusus dalam WAP untuk konfirmasi terakhir jika pelanggan ingin berlangganan konten dan menyiapkan kode singkat berisi perintah Unreg.

Sementara itu XL telah membuka pos pengaduan bagi pelanggan yang merasa menjadi korban pencurian pulsa melalui SMS 588, dengan format: LAPOR#Nomor yang digunakan untuk menipu#Kasus yang dikeluhkan.

"Bagi XL, pelanggan adalah segalanya. Karena itu kami tidak akan main-main dengan kepentingan pelanggan," kata Ongki Kurniawan, Direktur Service Management XL.

Adapun Telkomsel, melalui GM Corporate Communication, Ricardo Indra, membantah pihaknya telah bekerja sama dengan penyedia konten yang memotong pulsa pelanggan secara otomatis. Dalam menyelenggarakan layanan konten, Telkomsel selalu mengontrol pihak penyedia konten, penyedia aplikasi, maupun music label, mulai dari isi layanan, mekanisme registrasi, tarif, hingga cara promosi yang mereka lakukan.

"Telkomsel menjaga kualitas dan layanan dengan cara melakukan kontrol kualitas. Secara berkala, Telkomsel melakukan uji random atas layanan konten yang ada," ujar Ricardo dalam surat elektroniknya yang diterima Tempo.

Ricardo mengatakan, bila ada layanan konten yang dikeluhkan pelanggan, maka Telkomsel akan menanggapinya dengan serius dan meminta klarifikasi dari penyedia konten. Telkomsel juga akan memberi sanksi terhadap penyedia konten yang nakal sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

RATNANING ASIH | RINI KUSTIANI |ROSALINA | GUSTIDHA BUDIARTIE