Franky Sahilatua. TEMPO/ Usman Iskandar
Topik
Dari Musikus untuk Franky
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah musikus akan menggelar peringatan seni untuk mendiang Franky Sahilatua. Acara bertajuk “Tribute to Franky Sahilatua” itu digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Kamis 6 Oktober 2011 malam.
Musikus yang terlibat dalam konser ini antara lain Edo Kondologit, Glenn Fledly, Tri Utami, Mel Shandy, Endah Laras, Andre Hehanusa, Ian Antono, dan Toto Tewel. Konser rencananya juga akan dihadiri Sri Sultan Hamengkubowono X dan mantan Presiden Megawati.
Ken Noorca Sahilatua, anak tertua Franky, mengatakan pergelaran konser ini bukan hanya sangat berarti bagi keluarga besar Sahilatua, tapi juga untuk melestarikan misi lagu-lagunya. "Kami sebagai anak-cucu berusaha menjaga dan tetap membuat Indonesia lebih baik," kata dia dalam jumpa wartawan di Jakarta, kemarin sore.
Hal senada dikatakan Teguh Esha, penulis novel Ali Topan Anak Jalanan, yang mengaku mengenal Franky Sahilatua sejak 1976. “Franky mempunyai semangat yang sangat luar biasa dalam berkarya,” ujar dia.
Konser "Tribute to Franky Sahilatua" diakui Ferry Mursidan Baldan, salah seorang penggagas acara, menjadi menarik karena para musikus akan berkolaborasi dengan berbagai kalangan. Mulai dari artis, pekerja sosial, hingga politikus. "Keragaman ini menggambarkan bahwa almarhum mempunyai hubungan sosial yang luas, hingga lintas budaya dan keilmuan," kata dia lagi.
Karya-karya Franky pun secara kontekstual dianggap masih relevan dengan kondisi negara saat ini. "Bahkan pada saat ajalnya menjelang, almarhum masih berbicara kepada saya tentang Indonesia," katanya.
Menariknya, salah seorang sahabat almarhum, Endi Aras, mengatakan masih banyak lagu Franky yang belum diedarkan di pasar, yang akan dibawakan nanti saat konser. Di antaranya Pancasila Rumah Kita, Aku Papua, Bangkit Aceh, Tamansari Indonesia, Jenderal Sudirman, dan Anak Tiri Republik. “Lagu-lagu itu akan dibawakan dengan arahan musikal dari Iwan Noorsaid,” kata Endi.
AGUSLIA HIDAYAH





