Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat. AP Photo/ Louis Lanzano
Topik
Rusia dan Cina Veto Keputusan PBB Soal Suriah
TEMPO.CO, New York - Rusia dan Cina, Selasa, 4 Oktober 2011, bersatu dalam satu kekuatan untuk memveto draf resolusi yang diajukan oleh negara-negara Barat kepada PBB yang berisi kutukan terhadap Suriah. Draf itu juga berisi isyarat sanksi bagi Suriah jika kerusuhan berdarah terus berlanjut.
Keputusan Moskow dan Beijing menggunakan hak vetonya, jelas para diplomat Barat kepada Reuters, mengindikasikan bahwa sidang-sidang yang digelar Dewan Keamanan bakal deadlock terutama menyangkut isu Timur Tengah dan Afrika Utara.
Draf resolusi memperoleh dukungan sembilan suara dan empat abstein (Brasil, India, Lebanon, dan Afrika Selatan). Sedangkan Rusia dan Cina langsung mengajukan hak veto atas resolusi yang diajukan oleh Prancis bekerjasama dengan Inggris, Jerman, dan Portugal.
"Kami tak mengerti si teks veto ini," ujar Duta Besar prancis untuk PBB, Gerard Araud kepada 15 anggota Dewan Keamanan. "Ini bukan masalah kata-kata melainkan sebuah pilihan politik. Mereka menolak seluruh resolusi Dewan untuk Suriah. Veto ini tak akan menghentikan kami," tambahnya.
Menurut PBB operasi militer Suriah telah menewaskan sedikitnya 2.700 warga sipil. Pra korban umumnya darikelompok mahasiswa dan aktivis yagn menuntut Presiden Bashar al-Assad mengundurkan diri. Akibat bentrok berdarah yang menewaskan ribuan orang itu, Turki dan Arab Saudi menarik duta besarnya dari Damaskus.
REUTERS | CA





