AP Photo/Musadeq Sadeq
Topik
Presiden Afganistan Kunjungi India
TEMPO.CO, NEW DELHI -Presiden Afganistan Hamid Karzai menggelar lawatan dua hari ke India. Lawatan itu berlangsung di tengah ketegangan antara Afganistan dan Pakistan menyusul tewasnya Kepala Juru Runding Afganistan dengan Taliban, Burhanuddin Rabbani, pada 20 September lalu. Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin itu akan meneken kerja sama pelatihan militer.
"Ini merupakan kunjungan yang signifikan, dan India berkomitmen untuk memelihara hubungan baik ini," kata Menteri Luar Negeri India S.M. Krishna kepada pers selepas bertemu dengan Karzai. Analis di India, seperti dikutip The Indian Express, menduga Karzai sengaja hendak mengangkat peran New Delhi dalam menciptakan stabilitas di kawasan.
"Karzai ingin memastikan bahwa India adalah sekutu yang bisa diandalkan," ujar peneliti pada Yayasan Riset dan Observasi, Saeed Naqvi. Maklum saja, Afganistan dan India sama-sama menuding Pakistan "bermain mata" dengan kelompok ekstremis. Afganistan semisal menuding Dinas Intelijen Pakistan (ISI) terlibat dalam pembunuhan Rabbani.
"Tanpa dukungan mereka, bagaimana mungkin Taliban bisa masuk ke Afganistan," ujar Duta Besar Afganistan untuk Indonesia, Fazlurrahman Fazil, kepada Tempo tiga hari lalu. Adapun India menuduh intelijen Pakistan terlibat dalam aksi pengeboman kedutaan mereka di Afganistan pada 2008 dan 2009.
Namun Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Sanaullah, membantah semua tuduhan tersebut. "Pernyataan Duta Besar Afganistan itu menyakiti hati rakyat Pakistan yang menghormati Profesor Rabbani," ujarnya dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke harian ini kemarin. "Beliau adalah pemimpin yang visioner dan merupakan sahabat setia Pakistan."
Kepada Tempo, beberapa waktu lalu, Sanaullah mengatakan Pakistan juga menjadi korban dari tindak terorisme. Kemarin sekelompok pria bersenjata di Pakistan menyerang sebuah bus yang membawa umat Syiah dan menewaskan 13 orang, serta melukai enam lainnya. Serangan terjadi di pinggiran Kota Quetta, ibu kota Provinsi Balukistan.
| REUTERS | THE INDIAN EXPRESS | ANDREE PRIYANTO





