foto

Warga berdiri di kedua sisi jembatan yang tersapu oleh banjir di dekat kota Jajpur, sekitar 130 kilometer (81 mil) utara Bhubaneshwar, India, Selasa (27/9). Lebih dari 120.000 orang telah dievakuasi tetapi puluhan ribu masih terisolasi. AP Photo/Bikas Das

PBB Imbau Asia Antisipasi Bencana

TEMPO.CO, BANGKOK - Banjir selama dua bulan terakhir di Thailand telah merendam tiga perempat wilayah Negeri Gajah Putih itu, termasuk kota lama Ayutthaya, yang memiliki banyak peninggalan bersejarah.




Wat Chaiwatthanaram, salah satu candi terkenal di sana, ditutup untuk umum. Air setinggi 1,5 meter merendam 178 distrik di 25 provinsi dan menewaskan sekitar 224 jiwa.




"Kami masih mewaspadai kemungkinan banjir akibat Topan Nalgae," kata Direktur Pusat Pemantauan Bencana Pranai Suwannarat kemarin. Menurut dia, banjir ini merupakan yang terburuk dalam lima dekade dari luas cakupan wilayah dan tinggi air yang mencapai 1,5 meter. "Kami mengimbau warga untuk mewaspadai tanah longsor."




Direktur Jenderal Departemen Pekerjaan Umum Udom Puasakul berencana membenahi tata kota guna mengantisipasi musibah banjir di masa datang. "Pembenahan tata ruang layak dilakukan untuk melindungi warga dalam lima tahun ke depan," katanya.




Badan Strategi Internasional Penanganan Bencana Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNISDR) memang telah mewanti-wanti pemerintah di kawasan Asia untuk melakukan investasi guna mengurangi dampak bencana alam. "Tak sepatutnya warga tewas akibat banjir," kata Utusan Khusus UNISDR, Margareta Wahlstrom. "Kita bisa mendeteksi sejak dini."




Hal senada diungkapkan oleh Komisioner Kerja Sama Internasional, Bantuan Kemanusiaan, dan Tanggap Bencana Uni Eropa Kristalina Georgiva pada pertengahan September lalu saat melawat ke Indonesia. Ia mengatakan kawasan Asia-Pasifik sangat rentan terhadap bencana.




"Karena itu, amat penting bagi pemerintah untuk memiliki program percepatan pertumbuhan ekonomi tanpa perlu mengorbankan lingkungan," tuturnya kepada Tempo. Sebab, kata dia, bencana alam berdampak buruk bagi perekonomian. Banjir di Thailand dan Filipina, misalnya, merendam ribuan hektare lahan padi. "Investasi manajemen bencana adalah prioritas."



| THENATION | GMANEWS | REUTERS | ANDREE PRIYANTO