foto

freepicturesweb.com

6 Hal yang Perlu Dilakukan Perempuan Saat Kembali Bekerja  

TEMPO.CO, Jakarta--Ada banyak alasan mengapa kita harus berhenti bekerja untuk sementara, termasuk karena cuti melahirkan, melakukan perjalanan ke tempat lain maupun sakit. Apa pun alasannya, kembali bekerja adalah hal yang tidak mudah. Berikut beberapa tips untuk Anda.

1. Tetap Terhubung

Ketika tak bekerja, selalu ada keinginan untuk senantiasa membuktikan bahwa kita terhubung dengan dunia kerja yang kita tinggalkan itu – baik membuktikan kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Karena itu, meskipun Anda sedang off, Anda tetap bisa membaca koran dan majalah agar tetap memantau semua yang terjadi di luar sana.

2. Jangan Khawatirkan Gap

Jangan khawatir dengan periode kosong (gap) di CV Anda. Selama Anda mempunyai alasan yang bagus, calon atasan akan memahami hal tersebut. Pastikan Anda menonjolkan keahlian Anda yang dulu. Jika Anda berhenti bekerja karena anak-anak, Anda harus mampu bernegosiasi, dan mengatur waktu serta mengelola pekerjaan. Jika Anda berhenti karena dipecat, jangan malu. Hal itu sering terjadi dan calon atasan tahu bahwa keputusan tersebut bukan di tangan Anda.

3. Menjalin Hubungan Sosial

Sangat penting untuk mendapat dukungan ketika kembali bekerja, terutama jika Anda mempunyai anak –-Anda tak bisa terus-menerus mengawasi mereka dan setiap saat menelepon. Cari teman-teman, tetangga atau famili yang bisa Anda mintai tolong saat diperlukan. Akan sangat bagus jika Anda tetap bisa berhubungan dengan teman-teman kerja pada jam istirahat. Terutama jika Anda berhenti bekerja karena cuti melahirkan. Satu tahun cepat berlalu dan mereka bisa membantu Anda tetap up-date dengan lingkungan kerja.

4. Dalam Perjalanan

Ketika Anda berhenti bekerja, Anda bisa menambah keahlian yang bisa memberikan nilai lebih jika Anda bekerja kembali. Misalnya, jika Anda cuti karena melakukan perjalanan, mempelajari bahasa baru bukan hanya menyenangkan tetapi juga memperindah CV Anda. Ketika Anda kembali bekerja, Anda akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Lakukan sesuatu untuk membangun hubungan yang baru. Jangan bicarakan pengalaman Anda selama cuti kepada setiap orang. Cukup nikmati kopi bersama dan ngobrol tentang hal-hal yang umum.

5. Pada Tahap Pemulihan

Jika Anda cuti bekerja karena alasan kesehatan, lakukan segala sesuatu dengan perlahan, sebab pekerjaan bisa jadi sesuatu yang mengagetkan. Usahakan peluang untuk bekerja dalam paruh waktu (part time), yang kemungkinan besar akan membuat segalanya menjadi lebih mudah. Jujurlah pada rekan-rekan kerja Anda, tetapi jika Anda tak ingin membicarakan penyebab Anda meninggalkan sementara pekerjaan Anda, tak mengapa.

6. Lakukan Sendiri

Jika Anda tidak memperoleh pekerjaan lama yang Anda tinggalkan, lakukan sendiri dengan cara Anda. Calon atasan tidak akan menelepon Anda. Buatlah jadwal dan kontak agen-agen rekrutmen tenaga kerja, kirimkan CV Anda ke berbagai perusahaan dan meneleponlah.

Jika Anda ingin melakukan sesuatu yang belum pernah Anda coba sebelumnya, pikirkan cara agar Anda bisa terlibat dalam industri tersebut. Misalnya, mencari posisi sebagai trainee. Namun hal ini berarti Anda memulainya lebih rendah dari posisi Anda sebelumnya, tetapi setidaknya Anda sudah memiliki pengalaman kerja dan itu bisa meningkatkan kinerja Anda.



TELEGRAPH | ARBA’IYAH SATRIANI