Ekstasi dan narkoba yang disita polisi. FOTO ANTARA/Fanny Octavianus
Pola Produksi Narkoba Berubah
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah penggerebekan pabrik ekstasi terbesar ketiga di dunia pada 2005 lalu di Cikande, Serang, Banten, pola produksi narkoba berubah. "Karena kerugiannya besar jika terungkap, mereka mengubah pola menjadi kecil-kecil," kata juru bicara Badan Narkotika Nasional, Sumirat, kepada Tempo, Kamis, 6 September 2011.
Sejak 2005 hingga sekarang tercatat lebih dari seratus pabrik narkoba skala besar dan kecil terbongkar di Indonesia, sebagian besar berlokasi di Jakarta. Untuk mencegah perkembangan pabrik-pabrik skala rumahan ini, kata Sumirat, diperlukan peran serta masyarakat.
Berkurangnya kepedulian antarwarga, tak berjalannya siskamling, dan tak kenalnya pemilik dan penyewa rumah membuat pabrik-pabrik narkoba skala rumahan luput dari perhatian warga.
Sumirat menjelaskan pabrik-pabrik kecil ini bekerja dalam jaringan. Untuk membongkar jaringan-jaringan tersebut, BNN dan Polri melakukan pemetaan, salah satunya dengan meneliti DNA narkoba. "Dengan begitu bisa diketahui ini terkait jaringan mana," ujar dia.
MARTHA THERTINA





