foto

Tablet Galaxy Tab 10.1 dan iPad (putih). AP/Lee Jin-man

10 Perusahaan Teknologi Asia Termasuk Merek Paling Bernilai  

TEMPO.CO, Jakarta - Interbrand, perusahaan konsultan branding yang setiap tahunnya menerbitkan 100 merek top dunia, baru-baru ini melansir laporannya, "Best Global Brands Report".

Perusahaan ini menempatkan Coca-Cola di posisi teratas. Posisi ini tidak mengherankan karena selama bertahun-tahun merek minuman ringan ini memang berada di puncak tangga merek paling bernilai.

Posisi berikutnya secara berurutan adalah IBM, Microsoft, Google, dan lainnya. Posisi yang paling terdongkrak adalah Apple Inc. Dibandingkan tahun lalu, brand value perusahaan produsen iPad ini melonjak sampai 58 persen.

Lonjakan ini bisa dipahami berdasarkan rekor penjualan tablet terbanyak yang dipecahkannya dan sebagai pioner perangkat layar sentuh.

Sayangnya, dari seratus perusahaan itu hanya 10 di antaranya yang berasal dari Asia. Sebanyak 52 perusahaan lain dari Amerika, dan 38 perusahaan dari Eropa. Adalah Canon, perusahaan teknologi asal Jepang yang berhasil menduduki posisi ke-33. Disusul kemudian Sony di peringkat ke-35, Nintendo ke-48 (turun sepuluh peringkat dari tahun lalu yang berada di posisi 38). Panasonic juga berada di posisi cukup jauh, yakni 69.

Perusahaan Asia yang berada di posisi agak terakhir adalah HTC di posisi ke-98. Ini adalah pertama kalinya vendor ponsel asal Taiwan itu masuk 100 merek paling bernilai di dunia.

"Saya tidak ragu kalau dalam tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lagi perusahaan dari Asia yang masuk ke 100 daftar merek paling bernilai," kata Stuart Green, CEO Interbrand, seperti dikutip Businessinsider, Kamis, 6 Oktober 2011.

Perusahaan elektronik asal Asia yang masuk dalam 100 merek terbaik adalah Toyota, Samsung, Honda, Canon, Sony, Nintendo, Hyundai, Panasonic, Nissan, dan HTC. Sementara perusahaan dengan merek paling bernilai dari Eropa seperti Mercedes-Benz, BMW, Philips, Nescafe, HSBC, Zara, dan sebagainya.

BUSINESSINSIDER|RINI KUSTIANI