TEMPO/Aditia Noviansyah
Topik
BPS: Harga Beras Naik Hingga Tahun Depan
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik memperkirakan harga beras akan menjadi penyumbang inflasi tertinggi sampai bulan Februari mendatang. "Kalau dilihat, ini siklus tahunan. Kencenderungannya harga beras akan naik," ujar Kepala Badan Pusat Statistik, Rusman Heriawan, Kamis, 6 Oktober 2011.
Karena secara psikologis harga beras terus meningkat pada level yang tinggi. "Ini tidak bisa dihindari karena musim paceklik.”
Meski begitu, ia percaya Bulog dengan cadangan beras yang ada bisa mengendalikan harga di pasaran. Lagi pula, saat ini beberapa daerah masih mengalami panen.
Terkait pembatalan impor beras dari Thailand sebesar 300 ribu ton, Rusman mengatakan tidak ada dampak psikologis dari hal itu. Pasalnya, jumlah beras impor yang masuk ke dalam negeri sudah sangat besar. "Ini hanya karena politik dalam negeri Thailand."
BPS saat ini tengah mengkaji ulang angka konsumsi beras nasional, luas lahan, dan angka produksi karena selama ini pemerintah menggunakan data versi lama. Penghitungan ulang ini akan melibatkan beberapa kementerian.
Diharapkan nantinya akan ada kesepakatan dari data tiap kementerian yang memiliki data lahan. Pemerintah kemudian akan menjaga area lahan yang dialiri irigasi di wilayah jawa untuk tidak beralih fungsi.
Ia menegaskan yang tengah dilakukan angka produksi dan konsumsi yang representatif dan akurat. BPS, saat ini sudah melakukan kajian pada gabah kering giling. "Ini sedang dikerjakan, mudah-mudahan nanti pada angka ramalan 3, sudah bisa ada datanya."
ALWAN RIDHA RAMDANI





