TEMPO/Tony Hartawan
Rusia Diajak Bangun Jalur Kereta
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perikanan dan Kelautan, sekaligus koordinator percepatan perluasan pembangunan ekonomi koridor Sulawesi, Fadel Muhamad, menegaskan pemerintah akan menggandeng Rusia untuk mengembangkan jalur kereta api sepanjang 2 ribu kilometer. "Nanti di Bali akan dibahas dengan Pemerintah Rusia dalam Asean Summit," ujarnya usai rapat dengan para gubernur asal Sulawesi di kantor Menteri Perekonomian, hari ini, Kamis, 6 Oktober 2011.
Ia menegaskan paling tidak nilai investasi yang dibutuhkan untuk kawasan Sulawesi mencapai Rp 2.400 triliun. Diharapkan untuk percepatan pembangunan ekonomi ini ditopang pendanaannya dari sektor swasta. Salah satunya yang akan dilakukan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam proyek kereta api. "Nanti kami akan hubungkan."
Fadel menegaskan program lainya adanya hilirisasi sektor pertanian, misalnya untuk kakao yang jadi produk unggulan saat ini hanya mengandalkan ekspor bahan baku. Pemerintah juga akan memfokuskan wilayah Sulawesi sebagai lumbung pangan dengan target surplus mencapai 5 juta ton pertahun."Kami akan meminta untuk renegosiasi lahan yang tumpang tindih," katanya tanpa menyebutkan target dimulainya proyek tersebut.
Erwin Aksa, pengusaha nasional, menegaskan selama ini pengusaha berpikir dua kali dalam berinvestasi di Sulawesi karena membutuhkan biaya infrastuktur yang besar seperti minimnya listrik dan jalan. Jika berinvestasi di Sulawesi, mereka (pengusaha) harus membangun infrastukturnya juga. "Yang paling penting realisasi dan pembangunannya bisa dikonkretkan. Itu yang kami harapkan, " katanya. "Program percepatan pembangunan ini adalah sinkronisasi yang bagus antara swasta dan pemerintah. "Ini agar swasta tidak terlalu terbebani saat berinvestasi di Sulawesi."
ALWAN RIDHA RAMDANI





