foto

Kereta api Rangkasbitung-Jakarta melintas di samping pembangunan proyek doubletrack (rel ganda) kereta api, di Desa Cibogo, Cisauk, Tangerang, Banten. TEMPO/Tommy Satria

Tahun 2013 ''Double Track'' Utara Jawa Ditargetkan Selesai  

TEMPO.CO, Bandung - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan jalur ganda atau double track rel kereta api yang melintasi sepanjang utara Jawa dijadwalkan berfungsi pada 2014 nanti.

“Kami targetkan selesai pembangunannya dalam dua tahun anggaran 2012-2013, sehingga pada 2014 bisa direalisasikan,” katanya di Bandung, Kamis, 6 Oktober 2011.

Menurutnya, pembangunan jalur kereta itu berjalan sesuai dengan jadwal. ”Diharapkan ’double-track’ lintas utara ini sebagai ’back-bone’ dalam pengembangan atau implementasi MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) untuk Jawa,” kata Tundjung.

Dari total double-track yang akan dibangun sepanjang 670 kilometer yang belum beres tinggal tersisa sekitar 420 kilometer. Rute jalur kereta yang belum kelar pembangunan jalur gandanya berada di jalur Cirebon-Brebes-Pekalongan serta Bojonegoro-Surabaya.

Pemerintah menyiapkan anggaran untuk membangun jalur kereta lintas utara itu Rp 9 triliun. Duit itu, kata Tundjung, digunakan untuk membebaskan lahan, membangun jalur kereta, jembatan, persinyalan, peralatan telekomunikasi, serta kelistrikannya.

Tundjung mengatakan pengembangan double-track itu ditujukan untuk memindahkan beban jalan raya di sepanjang Pantura yang sudah tinggi. ”Di jalur utara selalu macet, selalu tidak nyaman, banyak kecelakaan, nanti terutama angkutan barang kita pindahkan ke kereta api,” katanya.

Menurutnya, frekuensi kereta di jalur utara akan ditambah selepas rampungnya pembangunan jalur kereta ganda itu nanti. Kereta penumpang, misalnya, akan dinaikkan frekuensi perjalanannya hingga dua kalinya. ”Otomatis ada penambahan armada. Dengan double track itu armada (kereta) barang dan penumpang ditambah,” kata Tundjung.

Tundjung mengatakan mulai tahun ini pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia mulai menyiapkan sarana kereta untuk menambah frekuensi perjalanan kereta di jalur itu. Hitungan sementara, paparnya, butuh tambahan 250 gerbong kereta barang dan 100 gerbong kereta penumpang.

Pemerintah sendiri, kata Tundjung, hanya menyiapkan sarana yang diperlukan untuk penambahan kereta non-komerisal untuk melayani penumpang kereta ekonomi. Sementara PT Kereta Api Indonesia menyiapkan kereta non-komersial serta kereta barang. Dia mencontohkan, PT Kereta Api sudah mulai memesan Flat Cart atau kereta khusus untuk mengangkut peti kemas. ”Itu sudah mulai dipesan dari sekarang,” kata Tundjung.

Dia mengatakan saat ini pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan jalur ganda untuk rute kereta di koridor tengah Jawa yang sebagian besar sudah berjalur ganda. Rute kereta yang sudah memiliki jalur ganda di rute itu adalah Kutoarjo-Solo dan Purwokerto-Prupuk.

Menurut dia, agar rute tengah seluruhnya berjalur ganda, pemerintah merencanakan membangun jalur ganda untuk melengkapinya, yakni di rute Cirebon-Prupuk dan Purwokerto-Kroya.

Pemerintah sudah mendapatkan kepastian pendanaan dari Jepang untuk membangun jalur ganda di rute tengah Jawa yang ditargetkan beres dalam empat tahun nanti. Soal anggarannya, kata Tundjung, masih dihitung. ”Lagi didesain sekarang, nanti akan keluar perkiraan biayanya,” katanya.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menawari pengembangan jalur ganda juga untuk lintas selatan Jawa. Rute yang ditawarkan untuk dibangun jalur ganda selatan Jawa adalah antara Solo-Surabaya. “Kami masih tawarkan. Mungkin (biayanya) dari pinjaman luar negeri, mungkin dari Korea, Cina, atau Jepang,” kata Tundjung.

AHMAD FIKRI