foto

REUTERS/Mike Blake

Chevron Pesimistis Capai Target  

TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Director Chevron Pacific Indonesia Yanto Sianipar mengatakan target produksi yang dibebankan kepada perusahaannya tidak realistis. Target yang ditetapkan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) agar Chevron memproduksi minyak sebanyak 370 ribu barel per hari (bph). "Itu pasti tidak tercapai," kata Yanto, Kamis, 6 September 2011.

Pasalnya realisasi produksi Chevron diperkirakan hanya menuju angka 360 ribu bph. Yanto menolak menyebutkan angka pastinya. "Itu harus BP Migas yang menyebutkan," katanya.

Banyak permasalahan yang menyebabkan target produksi ini tidak tercapai. Selain aturan birokrasi yang cukup rumit, masalah pembebasan tanah juga menjadi penyebabnya.

Menurut Yanto, aturan-aturan baru tidak konsisten dengan perjanjian kontrak kerja sama mengganggu usaha peningkatan produksi. Oleh karena itu, kata Yanto, koordinasi antar departemen pemerintahan perlu diperbaiki.

Selain itu perusahaan juga butuh anggaran biaya yang tinggi untuk meningkatkan produksi. Biaya ini dipergunakan untuk mengaplikasikan teknologi yang spesifik dapat mengurangi risiko investasi.

Ke depan, ia menilai iklim usaha di Indonesia harus diperbaiki untuk kelangsungan dunia usaha ke depan. "Kalau iklim investasi tidak diperbaiki, mempertahankan produksi saja sulit apalagi mencapai target," katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Divisi Operasi BP Migas, Mulyawan menyatakan realisasi produksi Chevron mencapai 357 ribu barel per hari. BP Migas tidak akan memberikan sanksi atas kegagalan Chevron. “Chevron sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalaupun ada sanksi, itu bukan hak kami,” katanya kepada Tempo.

DEWI SUCI RAHAYU | R. R. ARIYANI