foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Pelemahan Rupiah Untungkan Bakrie Sumatra  

TEMPO.CO, Jakarta -PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk menganggap kondisi perekonomian dunia tidak terlalu mempengaruhi perdagangan perusahaan ke luar negeri. Direktur Keuangan Harry M. Nadir mengatakan, ekspor terbesar perusahaan ke dua negara, yaitu Cina dan India.

"Jika Cina dan India belum terkena dampak krisis, berarti kecil sekali dampaknya ke ekspor kami," ujar Harry usai pertemuan pers Investor Summit di Jakarta, Kamis  6 Oktober 2011. 

Dia menjelaskan, sepanjang dua negara tersebut masih membutuhkan dan menggunakan produk dari Bakrie Sumatra, berarti perdagangan ke sana akan tetap baik.

Namun, karena terjadi volatilitas nilai tukar mata uang, menurutnya, kemungkinan akan sedikit terkoreksi di harga jual produk Bakrie Sumatra. "Namun, koreksi itu akan diimbangi dengan melemahnya rupiah," ujarnya.

Menurutnya, rupiah yang melemah malah menguntungkan perusahaan. Karena penerimaan perusahaan dihitung berdasarkan dolar Amerika Serikat. "Kalau rupiah melemah 5 persen, setidaknya kami mendapatkan 10 persen," ujarnya.

Krisis global juga tidak terlalu mempengaruhi kinerja perusahaan. Namun, pasti ada risiko yang diambil misalnya melakukan efisiensi operasional. "Kalau perlu ada yang ditunda, ya kami tunda," kata dia.

SUTJI DECILYA