Taufiq, pemain Persebaya Surabaya, terjatuh saat berebut bola dengan pemain Arema Malang di Stadion Tambaksari Surabaya dalam laga lanjutan Super Liga Indonesia, Sabtu (16/1). Persebaya menang 2-0 atas Arema. TEMPO/Fully Syafi/01/16/2010
Topik
AFC Minta Perbaikan Stadion Tambaksari
TEMPO.CO, Surabaya - Menjelang bergulirnya kompetisi level satu, sebanyak empat orang perwakilan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) melakukan verifikasi ke Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, Kamis 6 Oktober 2011 sore. Stadion ini merupakan kandang klub Persebaya Surabaya.
Tim AFC terdiri dari Alisher Nikimbaev (Research & Assessment Manager), Avin Tee (Internal Audit Manager), Sahim Rahmandi (Media) dan Benjamin Tan (Competition Manager).
Ditemani beberapa pengurus Persebaya, perwakilan AFC berkeliling melihat-lihat suasana stadion, mulai dari kondisi rumput lapangan, tribun penonton, ruang ganti pemain sampai ruang wasit. Ruang konferensi pers dan sekretariat stadion pun tak luput dari pantauan.
Usai menginspeksi stadion Alisher mengatakan bahwa dirinya tak bisa memberi keterangan apa-apa kepada wartawan karena hasil dari verifikasi tersebut masih akan dilaporkan kepada Komite Kompetisi AFC pada 23 November 2011 mendatang.
Dari Komite Kompetisi hasil verifikasi tersebut masih harus dibawa ke pleno AFC untuk diputuskan. "Semua klub kami verifikasi, bukan hanya Persebaya," kata Alisher.
Direktur PT Pengelola Persebaya Llano Mahardika mengatakan, Alisher sempat meminta agar panita pelaksana pertandingan memberikan tempat permanen bagi wartawan peliput. Sebab sampai saat ini tempat wartawan di dalam stadion sifatnya masih insidentil. "Dia minta ada tempat khusus bagi pers," kata Llano.
Selain meminta tempat khusus bagi pekerja media, Alisher juga meminta agar infrastruktur stadion dibenahi, mulai tribun VIP hingga air conditioner di ruang ganti pemain. "Menurutnya, fasilitas-fasilitas itu harus lebih diperbaiki," ujar Llano.
KUKUH S WIBOWO





