indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Makanan Burung di Tanah Suci Diyakini Sembuhkan Penyakit


TEMPO.CO, Mekah - Sebuah kepercayaan yang sulit masuk nalar berkembang di kalangan jemaah haji. Sebagian jemaah haji percaya bahwa memberi makan burung di Tanah Suci dapat menyembuhkan berbagai penyakit. "Bila memberikan biji-bijian berupa jagung dan kacang ke burung bisa membawa keberuntungan."

Arab News juga mencatat kepercayaan jemaah lainnya yang berbondong-bondong ke gua Hira di Jabal Nur, tempat Rasulullah pertama kali menerima wahyu Allah. Selain salat, mereka sengaja mengambil batu di goa yang terletak di Padang Arafah ke rumah untuk keluarganya agar mendapatkan berkah.

Laporan Arab News dari Saudi menyebutkan, banyak jemaah yang ingin sembuh dari penyakit mengumpulkan biji-bijian dan padi-padian untuk diberikan ke burung dara atau burung lainnya yang ada di sekitar Masjidil Haram. Para jemaah sengaja membeli biji jagung yang dijual di Distrik Al-Masfalah, Al-Hafair, Ghazah, dan toko-toko di dekat Masjidil Haram dengan harga SR1 (Rp 2.300) seplastik.

Salah satu jemaah asal Pakistan, Riyasa Ghulam, ketika ditanya alasannya, pria 60 tahun ini mengaku bahwa istrinya yang lebih muda enam tahun sudah lama tak memiliki anak. "Kami sudah mencoba berbagai cara pengobatan di berbagai tempat, namun belum berhasil. Ketika bertemu dengan sahabat saya, dia menyarankan saya umrah dan memberi makan burung dara di sini," ujarnya.

Oleh karenanya, jelas Ghulam, setibanya di Mekah, dia langsung menuju ke Al-Misyal untuk membeli jagung buat diberikan ke burung dara. "Selama sepekan saya memberi makan burung tiap hari. Saya kini menunggu hasilnya."

Ismail, salah satu jemaah dari Mesir, mengatakan istrinya menderita penyakit epilepsi. Untuk menyembuhkan penyakit tersebut, dia mengikuti saran rekannya agar ke Mekah untuk umrah dan menyantap makanan burung di sana. "Dia katakan, istri saya harus makan tiga biji makanan burung. Setelah kami lakukan selama dua pekan, namun kesehatan istri saya tak lebih baik," kata Ismail.

Menurut Muhammad Al-Suhali, Direktur Pusat Studi Islam di Universitas Umm-Quran, hanya Muslim yang memiliki iman lemah dan berpengetahuan agama rendah yang percaya dengan hal-hal tersebut. Dia menyarankan agar umat Muslim yang pergi haji tidak melakukan kegiatan yang dapat merusak iman.

ARAB NEWS | CA





Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan