Topik
Puluhan Siswa Keracunan Susu dari Perusahaan Bupati Kediri
TEMPO.CO, Kediri - Sedikitnya 31 siswa sekolah dasar di Kediri keracunan. Mereka muntah-muntah setelah meminum susu bantuan pemerintah yang diproduksi perusahaan milik Bupati Kediri Haryanti Sutrisno.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi, 6 Oktober 2011, saat para pelajar SDN Gadungan IV Kabupaten Kediri menerima kiriman susu cair dari pemerintah daerah setempat. Pemberian susu itu merupakan bagian dari Program Bantuan Susu yang dilakukan Badan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Kediri kepada 14 ribu pelajar.
Sesaat setelah meminum susu sejumlah siswa mengeluh pusing dan muntah. Mereka segera dilarikan ke Unit Kesehatan Sekolah dan musala untuk mendapatkan pertolongan. "Anak yang parah dibawa ke puskesmas," kata Kepala SDN Gadungan IV Sutikno, Kamis, 6 Oktober 2011.
Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan penyelidikan dan mengamankan sisa susu yang belum diminum. Susu berwadah gelas plastik itu diketahui telah dibagikan kepada siswa sebanyak sembilan kali sebelumnya. "Kami sudah kirim ke labfor (laboratorium forensik)," kata Kepala Polsek Puncu Ajun Komisaris Gunawan.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Edhi Purwanto mengatakan pemberian susu tersebut merupakan program perbaikan gizi yang dilakukan pemerintah sejak tujuh tahun lalu. Tahun ini pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 300 juta dari APBD untuk pembelian susu dari CV Amanda. "Ini program rutin pemerintah," katanya.
Dari laporan yang dia terima, terjadi kesalahan perlakuan susu di tingkat produsen. Freezer tempat penyimpanan susu itu diketahui mati hingga mempengaruhi kualitas susu.
Berdasarkan catatan Tempo, kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2006 silam. Saat itu sebanyak 72 siswa SDN Tiron I Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, keracunan setelah meminum susu tersebut. Usut punya usut, pabrik yang memproduksi susu itu tak lain milik Bupati Kediri Haryanti Sutrisno. "Benar milik Bupati, tapi jangan dikait-kaitkan," kata Edhi saat dikonfirmasi hal itu.
HARI TRI WASONO





