foto

Dari kiri: Nazaruddin sebelum buron (10/5), saat serah terima dari tim penjemput ke KPK setelah tiba di Jakarta dari Bogota, Kolombia (3/8), dan ketika menjalani pemeriksaan di KPK (22/8). TEMPO/Imam Sukamto, Wisnu Agung Prasetyo, Seto Wardhana

Laode Ida: Kata Nazar, Puluhan Nama Terlibat Mafia Anggaran

TEMPO.CO, Depok - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Laode Ida menyatakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, kembali menyebutkan puluhan nama yang terlibat mafia anggaran. Nama-nama yang disebutkan Nazaruddin bahkan ada yang baru didengar oleh Laode.

"Nazaruddin menyebutkan puluhan nama yang terlibat, dari mulai pengusaha, anggota parlemen, pejabat eksekutif, bahkan pejabat teras," kata Laode kepada wartawan seusai menemui Nazaruddin di Markas Komando Brigadir Mobil, Kelapa Dua, Depok, Jumat, 7 Oktober 2011.

Laode tiba di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, bersama tujuh mobil rombongan dari P2MA dan tim kuasa hukum Nazaruddin, O.C. Kaligis, sekitar pukul 15.00 WIB.

Laode menolak menyebutkan nama-nama tersebut. "Janganlah, saya tidak bisa menyebutkan nama-nama itu karena persoalan etika," dia beralasan.

Menurut dia, berdasarkan cerita Nazaruddin, jaringan mafia anggaran yang menggerogoti anggaran negara sangat kuat. Bahkan, kata Laode, Nazaruddin menyebutkan ada salah satu instansi yang sudah dikuasai oleh mafia anggaran. "Modusnya cukup mengerikan. Menurut Nazaruddin, semua proyek besar sudah ada setting terlebih dahulu," dia menuturkan.

Mengenai tujuannya mendatangi Nazaruddin, Laode mengakui maksud kedatangannya untuk mendapatkan background mengenai praktek mafia. Background tersebut, kata Laode, akan digunakan untuk strategi Pos Pengaduan Praktek Mafia Anggaran yang diinisiasikannya dalam membongkar mafia anggaran.

"Kami ingin mengungkap fakta dan mengumpulkan data-data mengenai praktek mafia anggaran ini. Setelah lengkap, kami sampaikan ke penegak hukum untuk diungkap," dia menegaskan.

ANGGA SUKMA WIJAYA