foto

Ledakan bom mesin ATM BRI dan BNI di Jalan Affandi, Gejayan, Sleman, Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo

Empat Orang Diduga Peledak ATM BRI Yogyakarta

TEMPO.CO, Jakarta - Terduga pelaku peledakan ATM BRI Sleman, Yogyakarta, Jumat, 7 Oktober 2011, bertambah menjadi empat orang. Keempat orang itu adalah Bl, Rr, Ss, dan Kl. Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Tjuk Basuki mengatakan keempatnya masing-masing memiliki peran yang tertata rapi untuk perampokan uang di ATM BRI.

BI, yang ditangkap polisi pertama kali, bertugas menyebarkan selebaran kecaman kepada negara dan polisi di sekitar lokasi. Rr merupakan pembuat selebaran serta otak pelaku pembakaran ATM BRI. Eksekutor pembakaran adalah Kl. Sedangkan Ss merupakan pacar dari Bl yang kuliah di salah satu universitas swasta di Yogyakarta.

Bl ditangkap di lokasi sekitar ATM BRI. Rr dan Ss ditangkap di sebuah kos di wilayah Kolombo, beberapa jam setelah kejadian. Eksekutor peledakan ATM, Kl, yang dari pengakuan ketiga saksi mengalami luka bakar dan sempat berobat ke rumah sakit, melarikan diri dan belum terlacak

Tjuk mengatakan, dari pengakuan Bl, ia dan dua rekannya, yakni Rn serta Kl, belum lama tinggal di Yogyakarta. “Belum ada setahun,” kata dia. Keberadaan Bl di Yogyakarta tak lain untuk menjenguk pacarnya, Ss, yang masih kuliah.

Adapun kaitan peledakan di Bandung, Juni silam, Tjuk belum menemukan indikasi mereka, termasuk dengan isi selebaran tentang keterlibatan kelompok aktivis internasional. ”Bisa saja, kami baru dalami kaitan dengan di Bandung.”

Seorang polisi yang enggan disebut namanya menyebut, dari pemeriksaan tiga saksi, aksi pembakaran dilakukan dengan membawa sebuah jerigen kecil lalu menyulut dengan api. “Diguyur minyak lalu dibakar,” kata dia. Meski telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, polisi belum menetapkan tersangka. “Kami masih selidiki dulu, masih saksi,” kata Tjuk.

PRIBADI WICAKSONO