TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Infografis
Bos PKS Tak Tahu Kenapa Anis Matta Jadi ''Galak'' Soal ''Reshuffle''
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq mengaku tidak tahu ihwal pernyataan lantang Sekretaris Jenderal Anis Matta dalam menyikapi isu perombakan kabinet (reshuffle). Ia belum memperoleh penjelasan langsung dari Anis, yang selama ini selalu kencang menyatakan penolakan terhadap rencana reshuffle.
"Saya belum berhasil kontak dengan Pak Anis tentang kenapanya," kata Luthfi memberikan konfirmasi lewat pesan pendek, Jumat, 7 Oktober 2011.
Seperti diketahui, sikap lantang PKS terhadap isu kocok ulang kabinet terlihat dari pernyataan yang dilontarkan Sekretaris Jenderal partai itu, Anis Matta. Kepada wartawan di gedung DPR kemarin, Anis menilai perombakan kabinet yang sedang digodok Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya akan menciptakan kegaduhan. Ia membandingkan Presiden Yudhoyono dengan bekas Presiden Soeharto yang tidak bertele-tele dalam menyusun kabinet.
"Dulu, Pak Harto mengangkat menteri pakai telepon, ''Besok ente jadi menteri.'' Tidak ada tuh reshuffle dalam lima tahun," ujar Wakil Ketua DPR itu. Menurut dia, kalau metode pemilihan menteri sudah tepat, semestinya tak perlu diganti-ganti. "Jadi, ini salah pilih atau salah urus?" kata Anis.
Luthfi pun enggan berkomentar lebih jauh ketika diminta konfirmasi soal pernyataan Anis yang sempat menyulut kontroversi tersebut. "Baiknya dengan Pak Anis saja. Saya sedang nengokin anak di luar negeri," ujar anggota Komisi Pertahanan DPR ini.
MAHARDIKA SATRIA HADI





