foto

Replika MRT. TEMPO/Panca Syurkani

Proyek MRT Terhambat Utilitas Bawah Tanah

TEMPO.CO, Jakarta:-- Rencana pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) hingga kini masih mengalami kendala. Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardja mengatakan pihaknya mengalami kesulitan dalam koordinasi pemindahan utilitas bawah tanah di sepanjang Lebak Bulus-Bundaran HI, yang menjadi jalur MRT.

"Ada kendala koordinasi pemindahan utilitas bawah tanah, seperti fiber optik, Telkom, pipa air, dan listrik," katanya, Kamis 6 Oktober 2011. Namun, kata Tri, hal itu sedang ditangani. Sejak fase pembuatan desain dasar selesai, ujar dia, setiap dua pekan pihaknya menggelar rapat dengan dinas pekerjaan umum. "Semakin intensif sejak kuartal pertama 2011."

Kepala Komunikasi Perusahaan MRT Jakarta Manpalagupta Sitorus menjelaskan bahwa pemerintah DKI telah mengirim data utilitas. "Pemindahan ada yang dilakukan sebelum dan sesudah konstruksi.




Yang sebelum konstruksi diharapkan selesai 2011," katanya. Saat ini, ujar dia, ada beberapa badan usaha milik daerah yang segera memindahkan utilitas, antara lain PD PAL, pada Oktober 2011. "Sisanya masih menunggu dari pihak swasta," katanya.

Adapun Kepala Divisi Sipil dan Struktur PT MRT Jakarta Heru Nugroho mengatakan utilitas listrik sedang dalam masa persiapan pemindahan. "Palyja, yang punya pipa air bersih di sepanjang Lebak Bulus-Fatmawati, sudah setuju untuk memindahkan pipanya," katanya.

Pemindahan utilitas, menurut Heru, paling banyak di lahan yang akan dibangun stasiun. "Terutama utilitas kabel optik telekomunikasi yang paling banyak, karena begitu banyak provider telekomunikasi di Jakarta," kata Heru.

Menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada seluruh pemilik utilitas untuk segera membuat rencana pemindahan. "Biaya pemindahan utilitas sepenuhnya ditanggung pemilik utilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku," ucapnya.

Sementara itu, pengumuman pemenang prakualifikasi tender MRT akan dilakukan bulan ini. November mendatang, proyek ini akan memasuki lelang tender konstruksi. Rencananya, proyek pembangunan MRT Tahap I Lebak Bulus-Bundaran HI akan dikerjakan dalam enam paket.

  AMANDRA MUSTIKA MEGARANI