Uang Rupiah. TEMPO/Dinul Mubarok
Topik
Infografis
Di Akhir Pekan, Rupiah Melemah Tipis 15 Poin
TEMPO.CO, Jakarta - Masih tingginya kekhawatiran masalah utang Yunani membuat rupiah masih susah untuk menjauh dari level Rp 9.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah menguatnya sebagian mata uang regional, hari ini rupiah justru melemah tipis.
Di transaksi pasar uang hari ini, Jumat, 7 Oktober 2011, nilai tukar rupiah ditutup pada level 8.965 per dolar AS atau melemah 15 poin dari posisi kemarin.
Analis pasar uang dari Bank Saudara, Rully Nova, mengungkapkan sentimen negatif dari faktor eksternal membuat volatilitas rupiah cukup lebar di kisaran 8.920 hingga 9.050 per dolar AS minggu ini. Keluarnya dana asing dari pasar finansial domestik membuat rupiah menguji ke level Rp 9.000 per dolar AS.
Adanya ketidakpastian masalah utang Yunani membuat rupiah sempat terpuruk hingga di atas 9.300 per dolar AS sehingga memaksa Bank Indonesia (BI) harus melepas cadangan devisanya untuk menjaga fluktuasi mata uang lokal.
Cadangan devisa BI hingga akhir bulan September kemarin sudah tergerus lebih dari US$ 10 miliar menjadi US$ 114,5 miliar, dibandingkan posisi bulan sebelumnya. “Masih bisa untuk biaya impor dalam 6 bulan, jadi masih sangat pruden,” kata Rully.
Upaya Uni Eropa untuk mengatasi masalah utang dan komitmen Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan pinjaman jangka pendek bagi perbankan kawasan dapat menenangkan pasar finansial global. Yunani yang terancam mengalami gagal bayar masih akan menjadi fokus investor.
Pemerintah Yunani yang gagal mencapai defisit anggaran sebesar 7,6 persen sesuai target para kreditornya, membuat kucuran dana talangan bagi negara tersebut ditunda dan membuat mata uang euro sempat tertekan hingga di bawah level US$ 1,32. Hal ini membuat rupiah juga sempat melemah hingga di atas Rp 9.100 per dolar AS.
VIVA B. KUSNANDAR





