AP/Yves Logghe
Topik
Infografis
Wall Street Berhasil Menguat Tiga Hari Beruntun
TEMPO.CO, New York - Saham dibursa Wall Street kembali reli naik dalam tiga hari beruntun setelah bank sentral Eroa (ECB) mendukung perbankan kawasan dan penjualan eceran Amerika Serikat tumbuh dibulan September tkemarin.
Indeks saham Utama Dow Jones pada perdagangan semalam kembali melonjak 183,38 poin (1,68 persen) ke level 11.123,33. Sehingga dalam tiga hari terakhir telah mebguat 468,poin (4,4 persen).
Indeks saham teknologi Nasdaq menguat 46,31 poin (1,88 persen) ke posisi 2.506,82, serta indeks S&P 500 naik 20,94 poin (1,83 persen) ke level 1.164,97.
Bank sentral Eropa berjanji untuk menyediakan dana pinjaman tidak terbatas selama satu tahun kepada perbankan Eropa hingga tahun 2013 langsung direspon positif oleh pasar. Tujuannya adalah untuk melindungi bank dari berkurangnya fungsi pasar kredit jangka pendek. Hal ini karena bank menjadi terlalu khawatir untuk meminjamkan uangnya kepada bank lainnya untuk menjaga stabilitas keuangan masing – masing bank .
Sentimen positif ini langsung memicu kenaikan bursa Jerman 3,2 persen, dan bursa Perancis manguat 3,4 persen. Pinjaman tersebut juga dimaksutkan untuk membantu melindungi perbankan kawasan Eropa jika Yunani mengalami gagal bayar utang (default).
ECB sempat mengecewakan investor setelah memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga. Padahal para analis berharap bank setral Eropa akan menurunkan suku bunganya guna mendorong pinjaman dan memberikan dukungan bagi ekonomi yang lesu.
Target Corp, Nordstrom Inc, Macy Inc dan pengecer AS lainnya melaporkan penjualan melebihi ekspektsi Wall Street. Meningkatnya penjualan ditopang oleh diskon besar, dan peningkatan penjualan ini memberikan ekspektasi AS tidak dalam menuju resesi.
“Pasar telah menyesuaikan terjadinya resesi , namun kenyataannya belanja konsumen meningkat menunjukkan bahwa ekonomi masih tumbuh sesuai target pada kisaran 1 persen hingga 2 persen,” kata Brian Genderau, ahli strategis pasar di Cetera Financial Group.
Ini adalah pertama kalinya dalam Sembilan hari naik atau turun lebih dari 100 poin secara beruntun sejak terjadinya krisis keuangan pada November 2008. Pasar sangat fluktuatif karena investor sangat reaktif terhadap setiap berita yang keluar dari Eropa.
Saham perbankan di Eropa dan Wall Street kembali reli setelah Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner mengatakan kepada Konggres bahwa perusahaan keuangan AS memiliki keterkaitan yang tidak terlalu banyak terhadap masalah utang Eropa.
Sehingga saham Bank of America harganya melonjak 8,9 persen, menjadi US$ 6,28, kenaikan terbesar komponen saham Dow Jones. Morgan Stanley naik 4,8 persen menjadi US$ 15,18.
Semerntara itu, Departemen Tenaga Kerja AS mengeluarkan data aplikasi tunjangan penganggurannya meningkat menjadi 410 ribu yang memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja terus melemah.
AP/ VIVA B. KUSNANDAR





