foto

TEMPO/Seto Wardhana

Aksi Ambil Untung Hentikan Kenaikan Indeks

TEMPO.CO, Jakarta - Aksi ambil untung yang dilakukan menjelang akhir pekan menghentikan kenaikan indeks dalam dua hari terakhir. Belum adanya berita baru dari Eropa dan antisipasi keluarnya data ekonomi Amerika Serikat nanti malam membuat investor kembali melepas portofolio sahamnya.

Pada perdagangan Jumat, 7 Oktober 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup turun 17,422 (0,51 persen) ke level 3.425,684. Sepanjang pekan ini, indeks turun 123,348 poin (3,5 persen) dibanding posisi pekan sebelumnya di 3.549,032.

Saham yang berpindah tangan mencapai 5,16 miliar saham senilai Rp 4,55 triliun, serta frekuensi 150 ribu kali. Harga 70 saham naik, 144 saham turun, serta 71 saham lainnya stagnan. Namun investor asing mencatat pembelian bersih Rp 381,4 miliar.

Analis dari PT Batavia Prosperindo Sekuritas, Julio Parningotan, menjelaskan sikap wait and see investor karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menjelang libur akhir pekan membuat bursa domestik gagal melanjutkan penguatan.

Indeks sempat menguat lebih dari 80 poin hingga ke 3.526, namun tidak bertahan lama. “Kuatnya tekanan jual memasuki perdagangan sesi dua membuat indeks berbalik arah turun dan ditutup di area negatif,” kata Julio.

Kuatnya sentimen negatif dari faktor global, terutama Yunani yang terancam mengalami gagal bayar utang yang jatuh tempo bulan ini membuat indeks sempat anjlok lebih 200 poin awal pekan ini.

“Adanya pernyataan pejabat Uni Eropa untuk melakukan tindakan yang lebih, mampu menenangkan kekhawatiran investor dalam beberapa hari terakhir, membuat indeks kemarin menguat cukup tajam,” paparnya.

Indeks yang turun cukup tajam hari ini mengindikasikan para investor melakukan strategi jangka pendek. Jika telah memperoleh keuntungan langsung lepas karena masih tingginya ketidakpastian masalah Yunani.

VIVA B. KUSNANDAR