Universitas Padjadjaran. TEMPO/Nita Dian
Topik
Mastodon dan Burung Kondor Akan Singgah di Unpad
TEMPO.CO, Bandung - Rektor Universitas Padjadjaran, Ganjar Kurnia, mengatakan kampusnya akan mementaskan Mastodon dan Burung Kondor. ”Insya Allah Desember, sebagai puncak acara di Unpad,” katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat, 7 Oktober 2011.
Pada 2009, kampus itu mengundang seniman pop sunda, Darso, dalam acara Tribute to Darso, yang belum lama ini meninggal. Tahun berikutnya, Universitas Padjadjaran menggelar Geunjleung Wayang, Salalakon Tilu Dalang, dengan mengundang tiga maestro dalang untuk pentas bareng, yakni RH Tjetjep Supriadi, Dede Amung Sutarya, dan Asep Sunandar Sunarya.
Menurut Ganjar, pentas teater Mastodon dan Burung Kondor itu sengaja dipilih untuk mengenang W.S. Rendra. ”Salah satu karya ’masterpiece’ Rendra itu pernah dipentaskan di Bandung pada 1973,” katanya. Pentas teater itu dipilih sebagai acara puncak di kampusnya. ”Paling tidak untuk menyemarakkan kembali iklim berteater,” katanya.
Ganjar mengaku sudah membicarakan persiapan pementasan dengan Ken Zuraida. ”Produksinya nanti oleh Ida (Ken Zuraida), mungkin dengan kelompok eks Bengkel Teater Rendra, kita hanya menyelenggarakan saja,” katanya.
Pentas mengenang Rendra itu akan digelar oleh Universitas Padjadjaran di pekan pertama Desember nanti. ”Hari ini, pembicaraan sudah mau masuk ke wilayah teknis, mungkin nanti ada workshop, diskusi, seminar, segala macam,” kata Ganjar.
Ken Zuraida, dengan bendera Ken Zuraida Project pada Agustus lalu mementaskan naskah Rendra itu di Taman Ismail Marzuki, setelah 38 tahun tidak pernah dimainkan. Lakon Mastodon dan Burung Kondor pertama kali dipentaskan Rendra bersama Bengkel Teater pada 1973. Ditulis dan disutradarai langsung oleh W.S. Rendra pada masa itu, sosok mastodon yang ditulisnya mewakili simbol penguasa zalim. Sedangkan burung kondor adalah lambang dari mereka yang terzalimi dan tersingkir.
AHMAD FIKRI





