Topik
Komunitas Gondorukem Pamerkan ‘Batikmorphosis’
TEMPO.CO, Denpasar - Komunitas batik Gondorukem akan menggelar pameran bertajuk ''Batikmorphosis'' di Bentara Budaya Bali selama sepekan, 7-14 Oktober 2011. Komunitas ini mencoba mengeksplorasi ragam dan pakem pola lukis batik dengan bentuk pengucapan estetis ala generasi muda kini.
“Karya-karya mereka terbilang khas. Menggunakan teknik membatik dengan tinta malam dan alat canting, namun menuangkan kreasi dan imajinasi yang bebas,” ujar Putu Aryastawa dari Bentara Budaya Bali, Jumat, 7 Oktober 2011.
Komunitas batik Gondorukem antara lain beranggotakan I Gst Pt Diarya Raditya Putra, Made Arde Wiyasa, Dewa Ayu Eka Savitri Sastrawan, Rochtri Agung Bawono, M. Riva Orista, Alfina Rizkiy Pratiwi, Ni Wayan Setiasih, serta Ni Ketut Indrawati. Karya mereka menembus batas pola-pola batik pada umumnya. Hasilnya sangat mencerminkan kekayaan kreatif sehingga batik kini tidak lagi tampil sebagai karya yang terkesan ‘lampau’, ‘kuno’, ataupun, mengutip idiom remaja kini: ‘jadul’ dan ketinggalan zaman.
Komunitas Batik Gondorukem sebelumnya pernah berpameran di berbagai daerah, yakni “Ajar Nyanthing” (ISI Denpasar, 2006), pameran dan workshop di Kampung Jagir Sidoresmo, Surabaya (2007), Galeri House of La Paste Surabaya, pameran dan workshop di JW Marriot Nusa Dua Bali, pameran di Universitas Kristen Petra (2009), serta pameran dan workshop di eks Museum Mpu Tantular, Komunitas Seni Pengosekan Ubud, Gedung YPK Bandung (2010).
‘Batikmorphosis’ dikuratori oleh Wayan Sunarta. Sementara itu, eksibisi ini akan dibuka secara resmi oleh Honorary Consul of France Republic in Bali, Mr Raphael Devianne. Komunitas ini juga akan menggelar "Workshop Batik Kayu" pada Minggu, 9 Oktober 2011, pukul 09.00 WITA.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman mencipta bagi khalayak luas sehingga masyarakat tidak hanya makin menyadari pentingnya pelestarian kekayaan budaya bangsa, namun juga menemukan kegembiraan tersendiri dalam mengkreasikan batik.
ROFIQI HASAN





