REUTERS/Mohsin Raza
Topik
Afganistan Merapat ke India, Pakistan Terancam
TEMPO.CO, NEW DELHI:-Kemitraan yang telah disepakati oleh Afganistan dan India diperkirakan akan meningkatkan ketegangan hubungan kedua negara dengan Pakistan. Bahkan Pakistan terancam diisolasi.
Seperti dilaporkan Voice of America, Kamis 6 Oktober 2011, Presiden Afganistan Hamid Karzai dan Perdana Menteri India Manmohan Singh menandatangani kemitraan strategi di New Delhi pada 4 Oktober lalu.
Karzai menjelaskan, aksi kekerasan di Afganistan telah mengganggu keamanan di Asia Selatan. Dalam perjanjian kemitraan itu, ujarnya, India akan “berjaga-jaga di Afganistan” saat pasukan asing ditarik pada 2014.
Karzai memahami kekhawatiran Pakistan ihwal kesepakatan kemitraan Afganistan dengan India, musuh bebuyutan Pakistan. Karzai menyatakan, pakta kemitraan dengan India tidak secara langsung ditujukan untuk menentang negara lain.
“Hal ini untuk memperkuat Afganistan, ini untuk memperkuat persaudaraan dengan Pakistan,” kata Karzai.
Kemitraan ini, Karzai melanjutkan, untuk melatih polisi, tentara, dan ribuan anak muda Afganistan. Semuanya ini untuk kepentingan negaranya. “Dan jika Pakistan dan negara tetangga lainnya ingin menawarkan hal serupa, kami dengan senang mengambilnya. Jadi, biarlah kami bersikap empati di sini, “ ujarnya.
Namun Karzai sempat menyampaikan kekecewaannya terhadap Pakistan, yang tidak melakukan dukungan lebih terhadap keamanan dan perdamaian di Afganistan. Meski begitu, Karzai menyatakan tetap berupaya mendekati Islamabad.
Delhi juga sering menuding Islamabad memiliki jaringan dengan kelompok milisi, seperti Lashkar e Taiba dan Haqqani, yang telah menyerang sejumlah tempat di Afganistan dan India. Termasuk aksi serangan ke Kedutaan Besar India di Kabul pada Juli 2008 yang menewaskan 40 orang.
Singh kepada wartawan menjelaskan, kemitraan strategi kedua negara bertujuan menciptakan kerangka kelembagaan untuk membangun kapasitas di bidang pendidikan, pembangunan, dan hubungan masyarakat dengan masyarakat. India menjanjikan bantuan sebesar US$ 2 miliar ke Afganistan.
BBC I VOA I HINDUSTAN TIMES I MARIA RITA





