foto

Zena (6 tahun) gadis Belgia keturunan Palestina memegang bendera saat melakukan protes di pusat kota Brussel (21/9). Presiden Palestina Mahmoud Abbas berencana pada Jumat mengajukan permohonan keanggotaan penuh PBB untuk negara Palestina berdasarkan perjanjian tahun 1967. REUTERS/Francois Lenoir

UNESCO Terima Palestina

TEMPO.CO, WASHINGTON --  Amerika Serikat, menentang upaya Otoritas Palestina untuk mendapatkan keanggotaan penuh di Badan Pendidikan, Ilmu, dan Budaya Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO) setelah 40 anggota badan eksekutif lembaga itu menerima permohonan tersebut. Hal itu disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Victoria Nuland.

"Kalau Anda peduli dengan rakyat Palestina, kalau Anda ingin mereka memiliki negara yang berdaulat, langkah ini sebuah pengalihan," kata Nuland. Washington berkeras jalan keluar terbaik adalah perundingan damai antara Palestina dan Israel. Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Scot Marciel, menegaskan bahwa yang terpenting adalah kesepakatan damai.

"Voting itu tak akan membuat Israel dan Palestina benar-benar berdamai," katanya. Sebab, kata dia, membawa masalah Palestina ke PBB justru akan membuat Israel merasa tak aman dan tertekan. "Khawatir itu justru akan menyakitkan bagi kedua negara." Tak heran bilamana upaya Palestina ke UNESCO memicu kecaman keras Amerika dan Israel, dan Prancis.

"Aksi Palestina ke UNESCO itu meniadakan rute perundingan bilateral dan proposal yang diajukan Kuartet Timur Tengah," kata Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman. "Langkah ini merupakan respons negatif Palestina terhadap keinginan baik Israel dan dunia internasional untuk melanjutkan proses perdamaian.

Tetapi dewan UNESCO yang berkantor di Paris menyatakan akan mengirim permintaan Palestina itu kepada anggota-anggotanya. Keanggotaan ditentukan oleh sedikitnya dua per tiga negara anggota. Aksi ini membuat sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat geram. Mereka mengancam akan memotong pendanaan bagi UNESCO.

"Amerika membayar 22 persen rekening-rekening UNESCO," tutur Nuland. Pemerintah Amerika diharuskan oleh undang-undang untuk menahan pendanaan UNESCO jika badan itu menerima Palestina sebagai anggota. Palestina kini tengah menunggu pemungutan suara yang akan dihadiri 193 negara anggota UNESCO pada akhir bulan ini.

l AP | REUTERS | BUSINESSWEEK | ANDREE PRIYANTO