Moerdiono. TEMPO/Zulkarnain
Topik
Infografis
Gerindra Kehilangan Sosok Moerdiono
TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merasa kehilangan atas meninggalnya mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono. "Pak Prabowo (Ketua Umum Gerindra) menyampaikan tadi, bahwa partai sangat kehilangan sosok Pak Moer. Beliau pergi justru di saat partai sedang membutuhkan sosok seperti beliau," kata Sekretaris Gerindra, Ahmad Muzani, melalui telepon, Jumat, 7 Oktober 2011.
Muzani menilai, selama menjabat Ketua Dewan Penasihat Gerindra, Moerdiono mampu menginspirasi para kader partai. Moerdiono, menurut Muzani, adalah sosok yang demokratis dan egaliter. Suami dari Maryati itu juga selalu konsisten mendorong generasi di bawahnya untuk selalu berjuang memperbaiki negeri.
Moerdiono juga dikenal punya daya ingat yang melebihi orang pada umumnya. Muzani mengatakan Moerdiono sangat hebat dalam menceritakan kembali pengalamannya mendampingi Soeharto dua periode 1988 hingga 1998. "Cara dia menyampaikan pengalamannya itu luar biasa. Dan itu menjadi peninggalan beliau yang sangat berharga bagi kami."
Saat ini, kata Muzani, sejumlah petinggi Gerindra sedang menuju rumah duka di daerah Kertanegara, Jakarta. Rencananya partai juga akan membantu mempersiapkan pemakaman almarhum di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Moerdiono meninggal dunia malam ini di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengaku belum mengetahui detail teknis pemulangan jenazah almarhum. Namun ia mengatakan, Kedutaan Besar RI di Singapura saat ini tengah mempersiapkan bantuan terkait hal tersebut.
Moerdiono, kelahiran Banyuwangi, 19 Agustus 1934, tercatat pernah menjabat sebagai Mensesneg era Presiden Soeharto, pada dua periode, yakni Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988-17 Maret 1993), dan Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993-16 Maret 1998).
ISMA SAVITRI





