Ledakan di ATM BRI Jalan Gejayan, Yogyakarta. TEMPO
Kapolda DIY: Ledakan ATM Perampokan
TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigadir Jenderal Tjuk Basuki, menyatakan ledakan yang terjadi di anjungan tunai mandiri Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Affandi (Gejayan) No.29, Catur Tunggal, Depok, Sleman, bukan disebabkan bom. Polisi mensinyalir ledakan terjadi karena pelaku membawa bahan bakar dan membakar bagian dalam ATM. Kebakaran itulah yang menyebabkan ledakan.
"Ini bukan aksi teroris, tetapi perampokan," kata Tjuk Basuki saat mendatangi Kantor Polisi Sektor Depok Barat, tempat penahanan seorang yang diduga menjadi tersangka peristiwa itu, Jumat pagi, 7 Oktober 2011.
Menurut dia, kini polisi telah mengamankan seorang tersangka bernama Billi Agustan, lelaki kelahiran 1981, berambut gondrong. Tersangka ditangkap polisi di dekat lokasi kejadian, setengah jam setelah terjadi ledakan. Polisi menangkap pemuda itu karena tingkahnya mencurigakan. Sementara satu tersangka lainnya kabur.
Billi dan seorang rekannya, bernama Roni, diduga kuat sebagai pelaku pembakaran ATM tersebut. Dari tempat kejadian, ditemukan tas yang terjatuh saat melarikan diri. Tas tersebut berisi kartu tanda penduduk. Laki-laki berusia 28 tahun itu berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Terkait selebaran berisi kecaman terhadap pemerintah, menurut Tjuk, diperkirakan merupakan ekspresi satu komunitas yang memusuhi pemerintah, tetapi terasing. Selebaran itu berisi berbagai kecaman atas tindak kekerasan aparat negara di Indonesia Timur dan beberapa kawasan di Jawa.
Sebagian isi selebaran menyinggung aksi kekerasan aparat negara di Papua, Bima, Takalar, dan penggusuran Pandan Raya, kasus Makasar dan Kulonprogo. Di bagian akhir selebaran, juga ada nama organisasi berbahasa latin.
Dari pantauan Tempo, satu unit ATM BRI mengalami kerusakan terparah hingga kacanya tak tersisa. Sedangkan ATM BNI di sebelahnya utuh, meski bagian atap terbakar dan kaca pintu depan retak.
Dion Hermawan, 23 tahun, karyawan minimarket di sebelah ATM itu, mengatakan pemuda yang ditangkap polisi memarkir kendaraannya di salah satu gang, sekitar 25 meter dari lokasi kejadian. Masyarakat sekitar banyak yang membantu memadamkan kebakaran itu.
ADDI MAWAHIBUN IDHOM





